Mohon tunggu...
Mahbubillah
Mahbubillah Mohon Tunggu... ASN pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi//Penikmat Kopi Susu

Jika kamu tidak tahan terhadap penatnya belajar, maka kamu akan menanggung bahayanya kebodohan --Imam Asy-Syafi'i

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Surat Cinta untuk Anakku

13 Juli 2020   12:55 Diperbarui: 13 Juli 2020   13:05 1062 3 0 Mohon Tunggu...

Tahukah kamu Nak!

Kami memberimu nama Nahlamalika Alayna Fadhlika, agar kelak kamu menjadi lebah yang senantiasa menyantap makanan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih, dan tidak mematahkan batang yang dihinggapinya. Karena Sungguh kamu adalah anugrah terindah bagi kehidupan kami. untuk itu, kami menitipkanmu di tempat bersih, Pondok Pesantren.

Selamat Mondok Nak!

Demi Allah, rasa sayang dan cinta kami kepadamu sungguh luar biasa. Jika hari ini kami membuangmu jauh ke pesantren, Demi Allah bukan karena kami benci kamu berada di rumah bermain dengan adik-adikmu. Atau kami merasa bosan dengan semua tingkahmu. Sungguh, kami akan merindukanmu kembali ke rumah dengan segudang ilmu yang nanti kamu dapatkan dari pesantren. Dan yakinlah, airmata kami yang jatuh saat meninggalkanmu, di Hari Penghakiman kelak akan menjadi saksi bahwa kami telah berjuang mendidikmu.

Selamat berjuang, Nak!

Suatu saat kamu akan mengerti mengapa kami titipkan kamu di pesantren. Mungkin, bagi sebagian temanmu, masuk pesantren ibarat masuk penjara. Kamu akan selalu diawasi. Gerakmu tidak akan sebebas saat kamu berada di rumah. Tidurmu tidak akan sepulas saat tidur di rumah. Namun ingatlah jika kamu tidak tahan terhadap lelahnya belajar, maka kamu akan menanggung bahaya kebodohan. Untuk itu, maafkan kami tidak bisa memberimu segudang fasilitas dan kemewahan.

Jangan takut dan jangan bersedih, Nak!

Pesantren itu sangat mengasyikkan. Engkau akan bertemu teman baru yang memiliki nasib yang sama denganmu, jauh dari keluarga. Namun yakinlah Nak! Pengalamanmu akan semakin luas. Jiwamu akan semakin teruji. Kesabaranmu akan semakin gigih. Orang yang sukses harus selalu diawali dengan perjuangan.

Nak!

Saat tubuh kami terbaring kaku di ruang tengah rumah, kami hanya ingin kalianlah yang membacakan Al Quran di samping kepala kami. Karena itulah hari terbahagia untuk kami sebagai orangtua. Kami bangga, jika kelak jenazah kami diringi lantunan do'a anak-anak kami sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x