Mohon tunggu...
Surtam A Amin
Surtam A Amin Mohon Tunggu... Peminat budaya

Kualitas nalar lebih penting daripada kuantitas gelar

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Tes CPNS Itu Lebih Gampang

29 September 2018   21:50 Diperbarui: 29 September 2018   22:18 0 1 0 Mohon Tunggu...

Diperkirakan sekitar enam juta orang akan menyerbu 238.015 formasi CPNS Tahun 2018, yang tersebar di 76 Kementerian/Lembaga Pemerintah Pusat sebanyak 51.271 formasi, dan untuk 525 instansi Pemerintah Daerah sebanyak 186.744 formasi.

Besarnya minat pencari kerja berkompetisi merebut kursi CPNS ini mungkin karena proses rekrutmen atau pelaksanaan tesnya jauh lebih gampang daripada seleksi penerimaan karyawan perusahaan swasta.

Seleksi CPNS hanya dua tahapan, yakni Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), setelah lulus Seleksi Administrasi. Jangka waktu pendaftaran lebih lama, 15 hari. IPK minimal bervariasi tergantung instansi, umumnya antara 2,00 sampai 2,75.

Sedangkan di suatu perusahaan perbankan misalnya, yang menyediakan fasilitas tiga kali lebih baik daripada CPNS, jangka waktu pendaftaran hanya enam hari. IPK minimal 3,00.

Setelah lulus Seleksi Administrasi pelamar harus menempuh lima tahapan yang melelahkan.

Tahap 1 Seleksi Potensi Dasar; Tahap 2 Tes Kebanksentralan, Tes Pengetahuan Sektoral/Ekonomi Terkini dan Tes Bahasa Inggris setara TOEFL; Tahap 3 Tes Psikologi tertulis, Wawancara Psikologis dan LGD; Tahap 4 Seleksi Kesehatan dan Psikiatri; Tahap 5 Seleksi Wawancara Akhir. Tidak sedikit pelamar yang dengan susah payah berhasil menaklukkan tantangan sampai tahap 4, akhirnya tumbang di tangan pewawancara. Nasib!

Walaupun kelihatannya gampang, tidak begitu banyak juga pelamar CPNS yang berhasil lulus SKD. Pada tahun 2017 peserta tes di salah satu kementerian yang Lolos passing grade SKD CAT hanya sekitar 12,7 persen.

Materi Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil meliputi:

  • Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan: a) Nasionalisme; b) Integritas; c) Bela Negara; d) Pilar negara; e) Bahasa Indonesia; f) Pancasila; g) Undang-Undang Dasar 1945; h) Bhinneka Tunggal Ika; dan i) Negara Kesatuan Republik Indonesia (sistem Tata Negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar).
  • Tes Intelegensi Umum (TIU) dimaksudkan untuk menilai: a) Kemampuan verbal yaitu kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulisan; b) Kemampuan numerik yaitu kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan di antara angka-angka; c) Kemampuan figural yaitu kemampuan yang berhubungan dengan kegesitan mental seseorang dalam menganalisa gambar, simbol, dan diagram; d) Kemampuan berpikir logis yaitu kemampuan melakukan penalaran secara runtut dan sistematis; dan e) Kemampuan berpikir analitis yaitu kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik.
  • Tes Karakteristik Pribadi (TKP) untuk menilai: a) Pelayanan publik; b) Sosial budaya; c) Teknologi informasi dan komunikasi; d) Profesionalisme; e) Jejaring kerja; f) Integritas diri; g) Semangat berprestasi; h) Kreativitas dan inovasi; i) Orientasi pada pelayanan; j) Orientasi kepada orang lain; k) Kemampuan beradaptasi; l) Kemampuan mengendalikan diri; m) Kemampuan bekerja mandiri dan tuntas; n) Kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan; o) Kemampuan bekerja sama dalam kelompok; dan p) Kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.

Nilai ambang batas (passing grade) Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018 yaitu: a. 143 (seratus empat puluh tiga) untuk Tes Karakteristik Pribadi; b. 80 (delapan puluh) untuk Tes Intelegensia Umum; dan c. 75 (tujuh puluh lima) untuk Tes Wawasan Kebangsaan.

Selamat mencoba menjadi SMART ASN 2024 menuju BIROKRASI BERKELAS DUNIA!

 (Surtam A Amin)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x