Mohon tunggu...
Old Imp
Old Imp Mohon Tunggu... Administrasi - Penyeimbang

Urlicht

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Perang Tempo vs @Kurawa Adalah Perang Intel?

31 Mei 2016   11:25 Diperbarui: 31 Mei 2016   11:33 1728
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tentu semua pemeriksaan standar medical checkup berlaku juga untuk seorang calon intel. Namun itu saja tidak cukup karena sekali waktu seorang intel akan terlibat dalam situasi fight or flight. Penguasaan ilmu beladiri dapat membuat perbedaan besar apakah anda akan selamat atau mati konyol. Anda tidak perlu memiliki body six pack, kecuali mau jadi binaragawan atau gigolo, tetapi memiliki tubuh fit dan stamina ekstra adalah hal wajib. Bukankah sekali waktu anda harus meloloskan diri atau sebaliknya mengejar target yang mencoba kabur?

5. Menguasai Bahasa dan Budaya

Masih ingat Gayatri Walisa, sang poliglot dengan kemampuan 14 bahasa. Wajar saja kalau kematian di usia mudanya dicurigai ada hubungannya dengan dunia inteligjen karena kemampuan berbicara dalam bebagai bahasa memang sangat dibutuhkan dalam dunia intel. Bagaimana anda berperan sebagai warga negara Perancis kalau tidak bisa bahasa Perancis. Dan bukan hanya bahasa saja yang dikuasai tetapi termasuk juga budayanya karena anda harus terlihat senatural mungkin bukan?

6. Gaptek? No way!

Bagaimana mau jadi intel kalau tidak bisa membedakan UPS dengan USB? Jangan-jangan nanti salah kode ke musuh lagi? Intel dulu berkomunikasi dengan alat pemancar radio yang dirakit sendiri kapanpun diperlukan dan tanpa ketahuan musuh. Pengetahuan teknis elektronika dan juga bahasa #kode seperti kode morse dan bahasa cryptic lainnya sangat penting dalam komunikasi Intel. Minimal harus menegertilah apa itu #kode apa itu God Mother dan apa itu Mother Goose.

7. Teliti dan pintar menjaga rahasia

Setelah memiliki semua kemampuan di atas yang paling penting adalah anda bukan orang yang ceroboh, sombong dan suka pamer. Jika anda terlalu menarik perhatian cepat atau lambat akan ada orang yang curiga. Masih ingat kasus Banyu Biru yang mngungah surat tugasnya di Medsos? Kalau mau narsis jangan jadi intel deh.

Bagaimana? tidak gampang bukan? Sebelum anda memutuskan terlalu jauh anda perlu menguji kemampuan diri atau calon intel yang akan anda rekrut melalui test sederhana. Test sederhana ini dirancang khusus untuk mengetahui bakat intel seseorang hanya dalam 5 menit. Konon Ini juga merupakan standar yang dipakai oleh BIN dalam merekrut anggotanya. Kita mulai dengan contoh soal berikut ini:

Contoh Soal Bahasa Indonesia

 sumber: bcrita.com

 sumber: bcrita.com
Pertanyaan: Gambar siapakah ini?

sumber: bcrita.com

[Gambar siapakah ini?]

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun