Mohon tunggu...
Choirul Rosi
Choirul Rosi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis cerpen yang hobi membaca buku dan novel

Cerita kehidupan yang kita alami sangat menarik untuk dituangkan dalam cerita pendek. 🌐 www.chosi17.com 📧 choirulmale@gmail.com IG : @chosi17

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Permafrost (Part 2)-Novosibirsk

10 Februari 2020   10:08 Diperbarui: 10 Februari 2020   10:18 120
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

     Beberapa dari mereka mengalihkan pandangan sambil menahan mual. Ibu Valerya hanya bisa pasrah menerima kematian anaknya yang janggal. Bola mata Valerya berwarna merah darah. Menutupi lensa matanya yang keabu-abuan. Para pelayat seperti melihat manusia bermata merah. Dua remaja lelaki mengambil gambar wajah terakhir temannya itu tanpa sepengetahuan ibu Valerya. Mereka berpose didepan jenazah Valerya yang terbaring didalam sebuah peti kayu berwarna coklat.

            "R.I.P Valerya Gamov." gumam lelaki itu. "Send..."

     Dalam beberapa jam, foto yang diunggah oleh teman Valerya itu menjadi viral di sosial media. Berbagai komentar memenuhi kolom komentar dibawah foto unggahannya. Mulai dari komentar berbelasungkawa hingga komentar menghujat.

Kau gadis yang baik hati. Tenanglah bersama Bapa di surga @blue_eyes

Kami mencintaimu Val @pink_gal

Hatimu busuk, kau pantas mati. Nerakapun takkan sudi menerimamu @anonim.

Inveztia... Sepertinya kau membutuhkan berita ini @Rusia_Online

     Sore menjelang malam, pemakaman Valerya digelar. Pemakaman itu dihadiri oleh beberapa kerabat dekat, guru dan teman sekolah Valerya. Termasuk Dr. Alena Koltsov yang hadir dengan busana serba hitam.

     Tidak jauh dari lokasi pemakaman, sebuah mobil van hitam berhenti. Beberapa orang keluar dari dalam mobil dan segera bergabung dengan para pelayat. Mereka adalah para wartawan surat kabar Inveztia. Mereka turut hadir dalam pemakaman itu setelah mendapatkan notifikasi di laman twitter resmi Inveztia.

"Dapatkan berita terbaik untukku. Ini termasuk berita yang sangat langka dan bisa menaikkan oplah surat kabar kita." perintah Oksanochka Ivanenko dari dalam van.

"Tenang saja Oksa, kami pasti mendapatkannya untukmu." balas rekannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun