Mohon tunggu...
Evi Nur Latipah
Evi Nur Latipah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Adaptif, Lierasi, Self Improvment dan development

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Kurikulum Merdeka, "Sudahkah Menjawab Keresahan Generasi Z?"

17 November 2023   08:00 Diperbarui: 17 November 2023   08:04 364
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Abstrak

Kurikulum pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap tuntutan zaman menjadi kunci bagi pemenuhan kebutuhan generasi Z. Artikel ini membahas inovasi baru dalam konteks pendidikan dengan pendekatan yang disebut “Kurikulum Merdeka.” Konsep ini mengeksplorasi penggunaan teknologi, penekanan pada keterampilan abad ke-21, dan integrasi keanekaragaman budaya sebagai fondasi utama. Melalui pendekatan kualitatif dan analisis komprehensif terhadap literatur terkait, artikel ini mengevaluasi implementasi serta dampak yang dihasilkan oleh Kurikulum Merdeka. Diperiksa pula adalah respons generasi Z terhadap perubahan ini, termasuk kepuasan, keterlibatan, dan tingkat kreativitas yang terstimulasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi pembelajaran yang lebih terbuka dan relevan, memungkinkan generasi Z untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di era digital. Namun, tantangan dalam implementasi yang efektif juga teridentifikasi, termasuk kurangnya sumber daya dan kurikulum yang masih belum sepenuhnya terintegrasi. Dalam kesimpulannya, artikel ini menyoroti pentingnya evaluasi terus-menerus dan adaptasi terhadap kebutuhan yang berkembang dari generasi Z. Meskipun Kurikulum Merdeka telah menawarkan pendekatan progresif, upaya terus-menerus diperlukan untuk memastikan keresahan generasi Z benar-benar terjawab dalam konteks pendidikan.

Kata Kunci: Kurikulum Merdeka, Generasi Z, Pendidikan adaptif, Keterampilan abad ke-21, Inovasi Pendidikan.

PENDAHULUAN

Kurikulum Merdeka telah menjadi sorotan yang signifikan dalam wacana pendidikan modern, terutama dalam menanggapi kekhawatiran dan harapan Generasi Z yang tumbuh dalam era teknologi dan kompleksitas sosial yang tinggi. Menurut Dr. Anita Dewi, seorang ahli pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia, Kurikulum Merdeka menjadi titik penting dalam upaya merevitalisasi pendidikan yang responsif terhadap perubahan zaman.

Menurut Dr. Adi Nugroho, seorang peneliti pendidikan dari Institut Teknologi Bandung, Generasi Z menunjukkan kecenderungan unik dalam pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif, terhubung dengan teknologi, dan membutuhkan kesempatan lebih besar untuk berinovasi serta mengekspresikan kreativitas mereka. Pandangan ini diperkuat oleh penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Educational Psychology, yang menggarisbawahi pentingnya kurikulum yang memberikan ruang bagi pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan adaptasi terhadap perubahan yang cepat.

Keresahan Generasi Z terhadap kurikulum pendidikan menjadi sorotan penting dalam menggambarkan tantangan yang dihadapi pendidikan saat ini. Berbagai ahli pendidikan, seperti John Dewey, sejak lama telah menegaskan perlunya penyesuaian kurikulum dengan perkembangan zaman. Dewey menyoroti esensi kurikulum yang adaptif, yang harus mampu mencerminkan kebutuhan dan tuntutan masa kini agar dapat mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia yang terus berubah.

Menurut Howard Gardner, sebuah kurikulum ideal harus memperhatikan pluralitas kecerdasan dan gaya belajar siswa. Sementara itu, ahli pendidikan kontemporer seperti Sir Ken Robinson menekankan urgensi untuk memperkenalkan kurikulum yang menghargai kreativitas, inovasi, dan kemampuan adaptasi dalam menghadapi revolusi teknologi. Dalam konteks Generasi Z, yang hidup dalam era digital yang terus berkembang, Marc Prensky menggarisbawahi perlunya pendekatan pendidikan yang memahami budaya digital mereka. Keresahan yang dirasakan oleh Generasi Z tak hanya terkait dengan relevansi materi pelajaran, tetapi juga sejauh mana kurikulum memberikan ruang bagi pengembangan keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan dalam dunia kerja yang berubah dengan cepat.

Penelitian dari Pew Research Center dan UNESCO juga menggambarkan pentingnya penyesuaian kurikulum dengan tuntutan masa kini. Generasi Z dikenal sebagai individu yang terhubung secara digital, memiliki keingintahuan yang tinggi, dan beradaptasi dengan perubahan dengan cepat. Oleh karena itu, kurikulum pendidikan perlu mengakomodasi kebutuhan mereka akan pembelajaran yang interaktif, relevan, dan membangun keterampilan yang relevan dalam era digital.

Dalam konteks inilah, artikel ini akan mengeksplorasi implementasi Kurikulum Merdeka sebagai respons terhadap keresahan Generasi Z. Analisis mendalam akan dilakukan untuk menilai sejauh mana pendekatan ini telah memenuhi harapan, mengatasi tantangan, serta memberikan kontribusi yang relevan dalam membentuk pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi masa kini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun