Mohon tunggu...
Muhammad Abrar
Muhammad Abrar Mohon Tunggu...

Senang membaca dan berkawan dengan kamus.

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Resensi Buku Al-Hikam Kitab Tasawuf Sepanjang Masa (Turos Pustaka)

30 Oktober 2014   18:50 Diperbarui: 17 Juni 2015   19:09 1721 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Resensi Buku Al-Hikam Kitab Tasawuf Sepanjang Masa (Turos Pustaka)
14146444001952534456

Mutiara Kearifan Sang Begawan Sufi ~ Resensi Buku Al-Hikam Ibn Atha'illah (Turos Pustaka)

Sebelum menorehkan jauh lebih banyak kata dalam resensi ini, perlu rasanya penulis sampaikan bahwa penulis pribadi bukanlah seorang agamawan, pun bukan seorang yang dibesarkan dalam lingkungan kehidupan serta pendidikan agama. Penulis hanya seorang yang senang membaca literatur bidang sastra, bahasa Indonesia dan bahasa asing, serta budaya.



Al-Hikam Kitab Tasawuf Sepanjang Masa
Judul Asli: Syarh al-Hikam Ibnu Atha'illah al-Iskandari
Penasyrih: Syekh Abdullah asy-Syarkawi al-Khalwati
Penerjemah: Iman Firdaus, Lc.
Spesifikasi: Hardcover; xxiv+558 Halaman; 15,5x24 cm
No. ISBN: 978-602-1583-02-9
Penerbit: Turos Pustaka
Edisi Terbit: April 2014

***

Salah satu karya sastra klasik yang penulis suka adalah buku Al-Hikam karangan Ibn Atha'illah al-Iskandari. Al-Hikam sendiri adalah satu kitab yang memuat  untaian kata-kata mutiara, atau lebih dikenal dengan istilah aforisme. Terdapat ratusan aforisme di dalam buku ini; ada aforisme yang singkat padat hanya sekitar satu dua baris, ada pula aforisme yang panjang beruntai.



Ibnu Athaillah sendiri merupakan begawan sufi yang lahir di kota Iskandariah (Alexandria), Mesir, dan wafat pada 1309 M.  Ia dikenal sebagai tokoh ketiga dalam tarekat syadziliyah, satu tarekat kesufian yang didirikan oleh Syekh Abu Hasan asy-Syadzili. Selain itu, ia dikenal pula sebagai pengajar di Al-Azhar, ahli hadis, dan ahli fikih Mazhab Maliki. Ia dikenal sebagai ulama yang produktif berkarya. Banyak sekali karyanya yang masih bisa kita jumpai sampai sekarang, meski yang paling populer adalah Al-Hikam ini.

Penerbit Turos Pustaka menerbitkan terjemahan buku Al-Hikam ini ke dalam bahasa Indonesia. Terdapat 266 bait hikmah yang terdiri dari 157 hikmah pada buku pertama dan 109 hikmah pada buku kedua; 20 surat-surat Ibn Atha'illah kepada sahabat-sahabatnya; serta 42 bagian doa-doa Ibn Atha'illah. Bukan sekadar  terjemahan standar, melainkan terjemahan yang disertai ulasan mendalam dari salah seorang pemimpin tertinggi Universitas Al-Azhar, Syekh Abdullah asy-Syarkawi al-Khalwati. Dari namanya saja (al-Khalwati), kita sudah bisa mengetahui bahwa beliau adalah seorang ahli tarekat kesufian Khalwatiah. Di samping itu, sejarah mencatat bahwa semasa hidupnya beliau juga adalah seorang pemberi petuah (mufti) bermazhab Syafi'i.



Menarik untuk diperhatikan bahwa Al-Hikam ini dikarang oleh seorang sufi tarekat Syadziliyah yang bermazhab Maliki, namun ditasyrih (diberi komentar/penjelasan) oleh seorang sufi tarekat Khalwatiah bermazhab Syafi'i. Boleh jadi, itulah salah satu bukti yang menunjukkan bahwa buku ini bisa diterima oleh semua kalangan, lintas-tarekat lintas-mazhab. Sampai era sekarang pun buku ini masih terus dipelajari dan dikomentari oleh beragam golongan.

Setelah membuka lembar demi lembar buku terjemahan Al-Hikam yang diterbitkan Turos Pustaka ini, penulis mengambil satu kesimpulan bahwa, secara garis besar, terdapat dua tema pokok yang ingin diutarakan oleh Ibnu Atha'illah; pertama adalah sikap makhluk kepada Sang Khalik, dan yang kedua adalah sikap makhluk terhadap perbuatan Sang Khalik. Jujur saja, tema pokok yang pertama itu masih banyak yang tidak penulis pahami hingga detik ini. Selain karena ketinggian makrifat Ibn Atha'illah, namun yang lebih dominan adalah keterbatasan ilmu penulis sendiri. Adapun tema sentral yang kedua, Alhamdulillah, sedikit demi sedikit penulis bisa hayati. Mengenai sikap makhluk terhadap perbuatan Sang Khalik, Ibn Atha'illah banyak menekankan tentang perlunya berpikir dan bersikap positif. Salah satu contohnya adalah, "Yang membuatmu kecewa ketika tidak diberi adalah karena engkau tidak memahami hikmah di dalamnya."

Hal yang tak kalah menariknya dari buku setebal 558 halaman ini adalah, Turos Pustaka menerbitkannya dengan sangat lengkap, mulai dari teks bahasa Arab berharakat, terjemahannya, penjelasannya, surat-surat karangan Ibn Atha'illah, serta kumpulan munajat Ibn Atha'illah yang sangat indah. Hal-hal tersebut belum pernah penulis jumpai, paling tidak sampai saat ini, dari terjemahan buku Al-Hikam berbahasa Indonesia. Ditambah lagi bahwa buku berjenis hardcover ini mempunyai desain sampul berwarna hijau yang begitu impresif.

Meskipun beberapa orang di luar sana menganggap bahwa perkataan-perkataan sufistik banyak yang ngawur dan nyeleneh, penulis masih bersangka baik bahwa buku Al-Hikam adalah karya sastra yang merupakan hasil perenungan mendalam Ibn Atha'illah terhadap dua sumber utama Islam; al-Qur'an dan as-Sunnah. Boleh jadi ketidaktahuan kitalah yang menyebabkan kita dengan mudah menghakimi sesuatu yang tidak atau belum kita pahami...Wallahu a'lam.

Menutup resensi ini, ada baiknya kita merenungkan serta mengamalkan doa karangan Ibn Atha'illah berikut ini:  "Tuhanku, keluarkanlah aku dari kerendahan diriku dan bersihkan aku dari keraguan dan syirik sebelum masuk ke lubang kuburku. Hanya kepada-Mu aku meminta bantuan maka bantulah aku. Kepada-Mu aku berserah diri maka jangan beratkan bebanku. Kepada-Mu aku memohon maka jangan Kau kecewakan. Pada karunia-Mu aku berharap maka jangan Kau tolak. Kepada-Mu aku mendekat maka jangan Kau jauhi. Di pintu-Mu aku berdiri maka jangan Kau usir."

Sekian resensi buku Al-Hikam Ibn Atha'illah al-Iskandari terbitan Turos Pustaka yang bisa penulis hadirkan. Terima kasih telah berkenan membaca. Semoga memberi manfaat untuk kita semua, dan mohon maaf atas segala kekurangan. Wassalam.

Muhammad Abrar.

Jl. Naja Dg. Nai Lr.5 No.14 Rappokalling Tallo Makassar Sulawesi Selatan 90216

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x