Mohon tunggu...
Luna Septalisa
Luna Septalisa Mohon Tunggu... Administrasi - Pembelajar Seumur Hidup

Nomine Best in Opinion 2021 dan 2022 | Penulis amatir yang tertarik pada isu sosial-budaya, lingkungan dan gender | Kontak : lunasepta@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Nature Artikel Utama

4 Langkah Mengurangi Jejak Karbon Digital

6 Juli 2022   12:55 Diperbarui: 6 Juli 2022   20:58 1132
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi matikan laptop jika ditinggal selama lebih dari 2 jam-image by lemonsandtea from pixabay

Hampir semua aktivitas harian manusia modern bersinggungan dengan teknologi. 

Orang bangun tidur yang dicari dan dipegang pertama kali adalah HP. Malam hari, saat mau tidur yang dipegang juga HP. Kadang ketika tidur, HP masih dalam keadaan menyala. 

Sekarang, orang bepergian pun lebih panik kalau HP-nya yang ketinggalan dibandingkan dompet. 

Meja makan yang dulu biasa menjadi tempat bagi seluruh anggota keluarga untuk makan bersama sembari bercengkerama, menikmati kebersamaan, sekarang masing-masing sibuk makan sambil main HP. 

Di tongkrongan pun sama saja. Ngajak kumpul karena sudah lama tidak bertemu. Sekalinya ketemu malah sibuk main HP masing-masing. Ada yang kayak gini? 

Ponsel pintar, sebuah benda yang bagai pedang bermata dua. Di satu sisi ia bermanfaat, tapi di sisi lain ia merusak. Baik itu merusak mental maupun lingkungan. 

Ponsel membuat kita dapat melakukan banyak aktivitas di dunia maya, mulai dari membaca dan/atau menulis artikel, mengirim surat elektronik (surel), melakukan rapat virtual, bermain game online, streaming drama Korea, stalking akun medsos mantan dan lain sebagainya. 

Namun, pernahkah Anda berpikir berapa konsumsi energi yang dihabiskan untuk setiap aktivitas tersebut dan apa dampaknya bagi lingkungan? 

ilustrasi orang sedang berselancar di dunia maya-photo by Burst from pexels
ilustrasi orang sedang berselancar di dunia maya-photo by Burst from pexels

Berbagai klaim yang menyatakan bahwa sesuatu yang onlen-onlen itu lebih ramah lingkungan, nyatanya tak selalu benar. Begitulah kiranya yang saya ketahui dan tuliskan dalam artikel sebelumnya. Silakan dibaca untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai topik ini. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun