Mohon tunggu...
Luki Antoro
Luki Antoro Mohon Tunggu... Penggiat Kebudayaan

Sosial Budaya Politik

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

5 Fakta Menarik tentang Pengrajin Ukir Logam di Nursih Basuki Art Studio Kotagede

17 September 2020   14:35 Diperbarui: 17 September 2020   15:11 11 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
5 Fakta Menarik tentang Pengrajin Ukir Logam di Nursih Basuki Art Studio Kotagede
Desain Mahasiswa yang diaplikasikan dalam kerajinan ukir logam (Dok. pribadi)

Kotagede memang sebuah kawasan yang unik, bersejarah dan indah untuk dijelajah. Banyak spot menarik yang bisa dikunjungi didalam kawasan kecil tersebut. Mulai dari kuliner, pusat sejarah, wisata religi hingga kerajinan logamnya yang paling terkenal hingga mancanegara. Dengan segudang keunikannya, yang jarang dimiliki daerah lain di Indonesia.

Salah satu yang paling menarik untuk dibahas adalah tentang kerajinan logamnya yang hingga saat ini masih menjadi legenda. Nursih Basuki Art Studio sebagai studio kriya logam yang berlokasi disekitar Kotagede, masih aktif hingga saat ini walaupun sudah berpraktik kreatif puluhan tahun lamanya.

Setidaknya, 5 fakta menarik tentang pengrajin logam berikut ini cukup penting kamu ketahui. Banyak yang tidap terpikirkan oleh kita-kita, karenanya yuk simak fakta menarik tentang pengrajin ukir logam berikut ini!

1. Saling tolong menolong antar pengrajin

Para pengrajin yang berproses di Nursih Basuki Art Studio memang tidak semabarangan. Mereka sebelumnya adalah rekan sesama pengrajin yang memulai proses kreatifnya di kediaman masing-masing. Baru disekitar tahun 2017 akhirnya ketiga pengrajin senior kriya logam asal Kotagede tersebut menginisiasi memutuskan mendirikan sebuah sanggar seni yang intinya mewadahi para rekan pengrajin logam, untuk berkolaborasi bersama, saling membantu bukan untuk bersaing.

2. Tidak pernah menempuh pendidikan tinggi

Hal yang paling unik dari tim pengrajin di Nursih Basuki Art Studio adalah mereka tidak pernah menempuh pendidikan tinggi seni sekelas perguruan tinggi. Kotagede memang sejak abad ke-16 dikenal sebagai pusat kerajinan logam di Indonesia. Jadi, keterampilan membuat kerajinan logam tersebut didapatkan dari proses turun temurun, dari generasi ke generasi hingga saat ini. Keterampilan tersebut diasah, bahkan puluhan tahun lamanya menjadi sebuah warisan leluhur lokal yang harus dipertahankan hingga kapanpun.

3. Regenerasi pengrajin logam yang hampir punah

Usia pengrajin ukir logam di sanggar yang bermarkas di Nursih Basuki Art Studio sekitar 75-80 tahun yang hingga saat ini masih berproses kreatif disana. Sedangkan yang paling muda adalah 18 tahun, yang saat ini sedang diajak untuk berproses kreatif. Umumnya regenerasi ini tidak sembarang juga, karena prosesnya biasanya turun temurun dari bapak ke anak dan seterusnya. Tidak mudah, untuk melakukan proses regenerasi, buktinya kini minim sekali yang berhasil regenerasi. Anak-anak muda jaman sekarang lebih memilih pekerjaan populer yang 'enak' dipandang mata. Menjadi pengrajin logam seperti bukan pekerjaan yang elite, sering dipandang pekerjaan buruh bawah. Padahal itu stigma yang sangat salah, dan terus berkembang.

4. Kualitas Kerajinan Ukir Logamnya Dipercaya Banyak Pihak

Kini, dengan adanya tim sanggar pengrajin ukir logam asal Kotagede tersebut. Banyak pihak yang mempercayakan untuk memesan atau membuatkan kerajinan buatan tangan para pengrajin logam tersebut. Dengan adanya tim pengrajin tersebut, mejadi sebuah keunggulan karena para pengrajin ukir logam terbaik dan tentu berpengalaman tersebut berkumpul dan memaknai kurasi bersama. Sehingga pemesan, benar-benar puas akan kerajinan ukir logamnya karena dikerjakan oleh seniman yang berpengalaman. Salah satunya pembuatan landmark/patung bernilai sejarah yang terbuat dari logam jenis tembaga dan kuningan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x