Luana Yunaneva
Luana Yunaneva Jurnalis & Public Speaker

Jurnalis sekaligus certified public speaker yang mencintai seni, terutama musik serta menyukai tantangan dan traveling. email: Luanayunaneva@gmail.com ... youtube: Luana Yunaneva ... personal blog: www.luanayunaneva.wordpress.com dan www.jurnaluana.com

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Menikmati Perpaduan Hutan Pinus dan Danau Buatan di Wisata Ranugumbolo

27 Maret 2018   14:55 Diperbarui: 12 April 2018   15:14 771 6 2
Menikmati Perpaduan Hutan Pinus dan Danau Buatan di Wisata Ranugumbolo
Dua pemandangan dalam sekali liburan (foto: Luana Yunaneva)

Siapa sih yang tidak suka dengan long weekend? Baru mendengar "dua kata ajaib" itu saja, saya yakin jika sebagian dari Anda sudah langsung membayangkan suatu tempat yang ingin dikunjungi dan beragam aktivitas yang akan dikerjakan. Tentu saja, hal ini tidak berlaku untuk para pekerja di bagian pelayanan masyarakat, termasuk jurnalis ya (oups!).

Nah,kalau Anda ingin melepaskan penatnya aktivitas di perkotaan pada libur akhir pekan mendatang, saya sarankan Anda untuk mengunjungi daerah-daerah yang bebas polusi dan memiliki pepohonan rindang. Rekomendasi saya kali ini adalah Wisata Ranugumbolo yang berada di Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

"Lu, kamu yakin nggak typo? Bukannya yang benar adalah Ranu Kumbolo, yang ada di kawasan Gunung Semeru?" mungkin beberapa dari Anda sempat bertanya demikian.

Foto bersama keluarga di Wisata Ranugumbolo (foto: Luana Yunaneva)
Foto bersama keluarga di Wisata Ranugumbolo (foto: Luana Yunaneva)
Yups, tentu saya yakin! Ini bukan salah ketik melainkan memang itulah namanya. Wahana wisata yang berada di bawah pengelolaan PT. Perhutani sejak tahun 2016 ini awalnya memang populer berkat adanya media sosial. Kala itu netizen menyebut tempat ini sangat mirip dengan Ranu Kumbolo, sebuah danau air tawar yang kerap menjadi tempat transit para pendaki Gunung Semeru. Para pengunjung tak hanya dimanjakan dengan danau yang cantik jika dipandang dari arah ketinggian tetapi juga asrinya hutan pinus.

Menikmati perpaduan danau buatan dan hutan pinus di salah satu sudut Wisata Ranugumbolo (foto: Luana Yunaneva)
Menikmati perpaduan danau buatan dan hutan pinus di salah satu sudut Wisata Ranugumbolo (foto: Luana Yunaneva)
Cukup merogoh kocek sebesar Rp5.000,00 serta uang parkir sebesar Rp2.000,00 untuk sepeda motor dan Rp5.000,00 untuk mobil, wisatawan dapat berjalan-jalan di antara hijaunya pepohonan pinus. Kalau Anda mengunjungi tempat ini setelah hujan turun, akan ada aroma khas pohon pinus yang tercium. Segar sekali!

Oya, selain pihak pengelola menyediakan sejumlah tempat duduk yang terbuat dari susunan bambu, wisatawan juga dapat menyewa hammock sesuai warna yang diinginkan lho! Tarif sewanya pun tidak mahal. Cukup mengeluarkan uang sebesar Rp5.000,00, Anda sudah bisa membawa hammock ini seharian. Tapi, jangan dibawa pulang ya! Hammock hanya dapat digunakan di sekitar lokasi.

Saya dan adik bersantai bersama di atas hammock yang kami sewa seharga Rp5.000,00 (foto: Luana Yunaneva)
Saya dan adik bersantai bersama di atas hammock yang kami sewa seharga Rp5.000,00 (foto: Luana Yunaneva)
Puas berjalan-jalan, kurang lengkap rasanya kalau tidak berfoto di rumah pohon yang ada di tepian danau. Kalau di hutan tadi foto-foto didominasi oleh pepohonan, spot kali ini akan menampilkan suasana berbeda, yakni panorama hutan pinus dan danau buatan dari ketinggian. Untuk bisa sampai ke rumah pohon, wisatawan harus menaiki tangga yang terbuat dari kayu sebanyak dua kali. Saat sudah berada di atas pun, wisatawan disarankan tidak berada di sana lebih dari lima menit. Peraturan ini ditetapkan oleh pihak pengelola agar para pengunjung dapat bergantian saat berfoto di rumah pohon yang juga dilengkapi tali pengaman itu.

Ada sensasi tersendiri saat menaiki rumah pohon (foto: Luana Yunaneva)
Ada sensasi tersendiri saat menaiki rumah pohon (foto: Luana Yunaneva)
Berfoto siluet di rumah pohon juga keren (foto: Luana Yunaneva)
Berfoto siluet di rumah pohon juga keren (foto: Luana Yunaneva)
Berkunjung ke kawasan seluas dua hektar itu, tentu semakin istimewa kalau wisatawan juga mencicipi suasana danau dengan berkeliling menggunakan sepeda air. Aneka bentuk sepeda air yang bisa dipilih sesuka hati ini bisa dinaiki dua orang yang masing-masing dikenakan biaya Rp7.500,00. Murah dan seru kan?

Buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB, tempat wisata ini tak pernah sepi pengunjung. Menurut data yang dihimpun Tim Kompas TV Biro Kediri pada Maret 2017, jumlah wisatawan tercatat sekitar 150 orang pada hari kerja dan 1.000 orang pada akhir pekan.

 Ini video saya saat meliput wisata Ranugumbolo:


Video berikut juga berada di lokasi yang sama. Bedanya, ini murni liburan bersama keluarga ^^

Anda ingin menikmati nuansa hutan dan danau sekaligus dalam satu lokasi? Langsung saja liburan di Ranugumbolo!

 

Kediri, 27 Maret 2018

Luana Yunaneva

Sebelumnya tulisan ini sudah dipublikasikan di blog pribadi penulis