Mohon tunggu...
Tri Lokon
Tri Lokon Mohon Tunggu... Human Resources - Karyawan Swasta

Suka fotografi, traveling, sastra, kuliner, dan menulis wisata di samping giat di yayasan pendidikan

Selanjutnya

Tutup

Trip Artikel Utama

[Trip Labuan Bajo] Pulau Padar yang Tidak Pudar

9 Januari 2019   20:44 Diperbarui: 11 Januari 2019   18:55 2184
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pilihan jenis tour menentukan harga yang harus dibayar serta jumlah destinasi wisata yang didapat. Demikian kesimpulan saya sesaat Pak Ignas berbincang dengan kami di teras hotel sembari menikmati kopi hitam flores dan "sunset" yang indah di Pelabuhan Baju.

"Kami pilih yang sharing tour yang waktunya singkat sehari dari pagi hingga sore" jawab saya kepada pak Ignas dan ditanggapi dengan memberikan informasi pembayaran dilakukan saat mau naik kapal. 

Pak Ignas juga menyampaikan rutenya, dari Pelabuhan Labuan Bajo, terus ke Pulau Padar, Pink Beach, Pulau Komodo, Pasir Timbul "Taka Makasar", Snorkeling Ikan Manta (Pari) dan Pulau Kenawa.

"Bapak besok dijemput jam 05.30, mohon siap sebelumnya" pesan pak Ignas sebelum pergi.

Kapal kami (Dokpri)
Kapal kami (Dokpri)
Senin pagi (17/1) langit masih belum membuka mata dengan sempurna, penjemput sudah datang dan kami dipersilahkan masuk mobilnya. Di dalam mobil sudah ada satu laki-laki turis asing, dan dua perempuan berjilbab yang ternyata mempunyai tujuan yang sama.

Tetiba di pelabuhan kami langsung diarahkan untuk menuju "speed boat" (bukan kapal phinisi). Sebelum masuk kapal, petugas mengecek nama dan pelunasan pembayaran para peserta. 

Setelah itu kami dipersilahkan masuk ke kapal berkapisitas 20 tempat duduk di ruang dalam. Penumpang bisa juga duduk di buritan atau di atas dek, meski terbatas tempat duduknya.

Tiba-tiba, teman saya berteriak (dalam bahasa Inggris) bahwa hapenya tertinggal di mobil penjemput. Lalu saya memberitahu ke petugas kapal, agar menghubungi sopir yang menjemput kami. 

Ternyata benar, tertinggal di mobil. Hampir 15 menit kami menunggu hape teman saya yang setidaknya membuat "delay" keberangkatan kapal kami.

Buat Wisatawan (Dokpri)
Buat Wisatawan (Dokpri)
Deru mesin kapal memecah keheningan pelabuhan Labuan Bajo. Kapal mulai bergerak. Suasana pagi di pelabuhan itu, masih sepi. Tampak kapal-kapal bersandar rapi dan bergoyang naik turun mengikuti irama ombak. 

Bau asin air laut dan udara sejuk seolah mengantar keberangkatan trip kami menjelajah pulau-pulau wisata hingga ke Taman Nasional Komodo.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun