Mohon tunggu...
Loganue Saputra Jr.
Loganue Saputra Jr. Mohon Tunggu... Farmasis -

Hobi baca, nonton, video game, dan sering kali sedikit narsis

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

[Review] MATI: Buku Gelap yang Bisa Dipoles Lagi

15 Januari 2016   20:49 Diperbarui: 15 Januari 2016   21:03 10
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Membaca cerita-cerita suram, horror atau pun thriller memang merupakan bacaan kesukaan saya. Contohnya saja saya sangat tergila-gila dengan karya-karya Stephen King, Haruki Murakami, Stieg Larsson dan penulis-penulis senada lainnya. Namun walau pun demikian bukan berarti saya tidak membaca cerita-cerita di ganre lainnya, hanya saja namanya juga selera ya...gak bisa dijelaskan dengan  kata-kata. Pokoknya selera. (titik).

Baru-baru ini saya baru saja selesai membaca buku kumpulan cerita dari Desy Desol yang berjudul MATI. Dari judulnya saja kalian semua sudah bisa menebak tema seperti apa yang ada di dalam buku ini. Ada 25 cerita dalam buku ini, ke-25 cerita yang memiliki nuansa suram pastinya.

Banyak kejutan yang saya dapatkan disetiap lembar dari buku ini dan tidak sedikit juga kejutan-kejutan itu berbentuk sebuah tanda tanya besar yang kadang sengaja tidak dijelaskan jawabannya secara gamblang.

Terkadang juga kita disuguhkan dengan sebuah keadaan yang memaksa kita menaruh simpati kepada tokoh-tokoh dalam cerita-cerita itu walau pada akhirnya rasa simpati itu patah di ujung cerita. Kunci membaca cerita-cerita seperti ini adalah jangan mudah percaya dengan informasi yang kita dapat di awal cerita.

Setiap cerita memiliki motif atau alasannya sendiri-sendiri, alasan mengapa harus ada kematian yang terjadi. Namun walau pun kita disuguhkan dengan banyak kematian, jujur saja saya tidak merasa bosan dengan cerita-cerita itu, mungkin ini karena gaya bahasa, umpan cerita yang menggali rasa penasaran dan penyelesaian cerita yang terkedang bikin kita mengerutkan kening menjadi alasan yang sangat kuat untuk tidak menjadi bosan.

Namun dari sekian banyak kelebihan buku ini jelaslah juga ada kekurangan yang tidak terhindarkan. Seperti layout yang terasa terlalu banyak ruang kosong, pemilihan font yang kurang tepat sehingga susah dibaca, serta kertas yang melapisi cover terlalu mudah lepas. Kan sayang juga buku sebagus ini malah jadi rusak karena kertas covernya terkelupas hehehe.

Seperti yang saya bilang di awal tadi bahwa buku ini memiliki 25 cerita pendek. Bagi saya 25 cerita itu terlalu banyak, mengapa tidak dikurangi saja dan mengembangkan cerita yang ada biar jadi lebih panjang, karena hampir semua cerita dalam buku ini terlalu pendek menurut saya, sehingga kadang saya merasa kurang puas dengan sebuah cerita yang sedang saya baca. Malah saya sempat berpikir jika cerita-cerita ini dikembangkan mungkin buku ini bisa menjadi 2 jilid. Ah, tapi sekali lagi hal ini masih berhubungan dengan selera sih hehehehe.

Akhir kata, sebagai buku pertama Desy Desol, menurut saya ini sudah cukup berhasil membuat saya mati berkali-kali, hingga akhirnya saya benar-benar mati kutu oleh cinta ketika sampai di halaman belakang buku karena disana ada fotonya Desy Desol yang sedang tersenyum manja hehehe.

Terus berkarya ya :)

_______________________________

Terima kasih susah membaca tulisan ini, jangan lupa untuk vote, komen dan share. Dan jangan lupa juga untuk membeli buku ini lewat Desi Desol. Beli juga novel saya yang berjudul Bersamamu Dalam Batas Waktu (malah promosi) di toko-toko buku terdekat di kota anda semua. Terima kasih :)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun