Mohon tunggu...
Lius tedju
Lius tedju Mohon Tunggu... Editor - Admin

#YNWA

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Corona dan Pulihnya Lapisan Ozon

28 Maret 2020   07:04 Diperbarui: 28 Maret 2020   13:31 13381
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi gambar lapisan atmosfer. Di stratosfer, kira-kira 7 hingga 25 mil di atas permukaan Bumi, tempat lapisan ozon berada. @DailyMail

Protokol Montreal' dibuat - yang merupakan sebuah perjanjian pada tahun 1987 di mana negara-negara di seluruh dunia menerapkan langkah-langkah untuk menghentikan penggunaan bahan perusak ozon (dikenal sebagai ODS).

Sejak saat itu, jumlah senyawa yang bisa menyebabkan reaksi kerusakan lapisan ozon pun berkurang namun tentu saja akan membutuhkan waktu yang cukup lama. 

Menurut peneliti, kemungkinan kadar klorin di atmosfer bisa kembali normal dalam waktu 50 tahun. Artinya, kemungkinan pada 2065 lubang ozon di Antartika akan mengecil ukurannya.

Coronavirus dan Lapisan Ozon

Kemunculan covid-19 tidak serta-merta menjadi satu-satunya alasan mengapa lapisan ozon mulai pulih. Namun dengan kemunculan covid-19, membuat lapisan ozon akan lebih cepat pulih dari prediksi yang telah dibuat oleh para ahli.

Pulihnya lapisan ozon sudah mulai terlihat setelah protokol Montreal ditanda-tangani 1987 silam. Kemudian diikuti oleh protokol  1990 (London), 1992 (Kopenhagen), 1995 (Vienna), 1997 (Montreal) dan 1999 (Beijing). Kini sudah 196 negara di seluruh dunia berkomitmen untuk menjaga lapisan ozon. 

Dengan menyebarnya covid-19 hingga ke 200 negara di seluruh dunia membuat beberapa kota menerapkan sistem Lockdown. Kota-kota industri seperti kota-kota mati. Seluruh aktivitas publik ditutup untuk sementara hingga covid-19 bisa dikendalikan. 

Dampaknya polusi udara menurun drastis, udara menjadi lebih bersih, mulai berkurangnya penggunaan bahan-bahan yang dapat memicu terjadinya kerusakan pada lapisan ozon. 

Baca juga : "dampak positif dari virus Corona lainnya"

Kabar baik itu muncul dari para ilmuwan ketika mengamati bahwa lapisan ozon di Antartika mulai pulih meski baru beberapa persen dimana beberapa perubahan atmosfer di belahan bumi selatan telah berhenti. Sebelum awal abad ini, perubahan sudah sangat terasa  yang menyebabkan perubahan dramatis dalam pola cuaca diberbagai belahan dunia. 

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Antara Banerjee, seorang Visiting Fellow CIRES di University of Colorado Boulder yang juga bekerja di National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), mengatakan, 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun