Mohon tunggu...
Listhia H. Rahman
Listhia H. Rahman Mohon Tunggu... Ahli Gizi yang sedang Melanjutkan Studi

❤ Student at Postgraduate Program of Public Health (Nutrition), Faculty of Medicine, Universitas Gadjah Mada ❤ Bachelor of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Diponegoro University ❤ "Kalau tidak membaca, bisa menulis apa" ❤ listhiahr@gmail.com❤

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Generasi Milenial Sadar Gizi, Mulai dari Mana?

25 Januari 2020   11:46 Diperbarui: 25 Januari 2020   13:49 2255 10 1 Mohon Tunggu...
Generasi Milenial Sadar Gizi, Mulai dari Mana?
Tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional| Sumber: promkes.kemenkes.go.id

Jangan pura-pura pingsan, ya!

Selain menjadi Tahun Baru Imlek, tepat ditanggal yang sama perayaan hari gizi nasional ke-60 pun datang. 

Sebagaimana di tahun-tahun sebelumnya yang membawa tema tertentu, Hari Gizi Nasional (HGN) kali ini mengusung tema "Gizi Optimal untuk Generasi Milenial". Tema yang sangat kekinian bukan?

Mengutip dari Kominfo, generasi milenial atau disebut juga sebagai generasi Y adalah mereka yang lahir pada tahun 1980 sampai 1990, atau pada awal 2000-an dan seterusnya. 

Generasi yang begitu dekat dengan teknologi, yang tidak bisa lepas dari sesuatu yang disebut gawai dan tentu internet.

Peran Penting Generasi Milenial
Generasi milenial adalah aset bangsa di masa depan. Untuk itulah, mempersiapkan generasi yang cemerlang menjadi modal sumber daya manusia yang tidak boleh dilupakan. 

Terutama dalam bidang kesehatan yang menjadi aset jangka panjang, seperti pentingnya pemenuhan zat gizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya kelak sampai menjadi individu dewasa.

Ya, hari ini bangsa Indonesia membutuhkan generasi milenial yang berkualitas, tidak hanya dari aspek fisik pun tak kalah penting dari sisi kognitif, psikologis dan sosial. Generasi yang diharapkan menjadi sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan tangguh.

Masalah yang dihadapi Kita Saat Ini
Bukan lagi beban ganda, sekarang masalah yang dihadapi makin bertambah lagi: menjadi triple burden

Tiga beban yang sedang kita sama-sama hadapi adalah stunting (kurang gizi kronis yang menyebabkan kerdil dan mengganggu perkembangan otak) dan wasting (sangat kurus) yang masih tinggi, masalah gizi obesitas, dan kekurangan zat gizi mikro.

Ambil contoh pada kasus obesitas. Menurut Riskesdas 2018, proporsi orang dewasa (>18tahun) yang mengalami obesitas berdasarkan Indeks Massa Tubuh (27 kg/m2) diketahui selalu mengalami peningkatan dari 10.5% (2007), 14.8% (2013) dan 21.8% (2018). 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x