Listhia H Rahman
Listhia H Rahman pelajar/mahasiswa

❤ Student at Postgraduate Program of Public Health (Nutrition), Faculty of Medicine, Universitas Gadjah Mada ❤ Bachelor of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Diponegoro University ❤ "Kalau tidak membaca, bisa menulis apa" ❤ listhiahr@gmail.com❤ IG : listhiahr ❤

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Artikel Utama

Merancang Patah Hati Terbaik, Apa Mungkin?

1 Desember 2018   21:46 Diperbarui: 4 Desember 2018   22:35 874 19 6
Merancang Patah Hati Terbaik, Apa Mungkin?
ilustrasi: missmalini.com

Ada kalanya kita memang harus berhenti daripada sama-sama saling menyakiti. Dan mau tak mau menjadi  korban patah hati.

Jalan cerita cinta tidak ada yang tahu. Meski begitu, pastinya semua ingin jika akhirnya bisa bahagia, syukur-syukur bisa selamanya.

Sayangnya, tidak semua skenario yang kita buat terjadi seperti yang kita harap adanya. Yang membuat kita pada akhirnya harus menghentikan cerita, yang kemudian sama-sama kita harus ikhlaskan juga.

Tidak ada yang ingin menjadi korban patah hati. Tapi disuatu waktu mungkin kita harus ada di posisi yang seperti ini. Yang harus patah, karena bertahan juga rasanya percuma, jadi disesali.

Ahiya, tunggu dulu. Bagaimana jika cerita tentang patah hati juga diakhiri dengan indah,dengan merancang patah hati terbaik, misalnya.

Memangnya mungkin?

Merancang patah hati terbaik adalah soal bagaimana kita menghadapinya dengan seelegan mungkin. Bukan berarti meniadakan tangisan, bukan pula melupakan dengan begitu saja. Menangis saat ditinggalkan wajar, yang menjadi tidak wajar ketika kamu membiarkannya berlaurt-larut. Tiba-tiba menjadi auto-melupakan juga rasanya tidak mungkin, jadi jangan pura-pura tak butuh waktu untuk melaluinya.

Walau patah hati sering berakhir pada cerita yang tidak mengenakan bagi yang menjalaninya. Berikut setidaknya rancangan patah hati terbaik yang barangkali bisa kamu ikuti untuk menimalisasi kadar tidak enaknya :

  • Tenangkan dirimu dan yakin bahwa apa yang harus terjadi adalah jalan takdir yang memang terbaik.

Apapun penyebab patah hatimu, tetap tenang adalah langkah yang perlu dilakukan pertama kali. Jangan biarkan emosi mengambil alih, apalagi sampai membuat kamu bertindak bodoh.

Jangan buru-buru memblokir semua media sosialnya atau menghapus nomor si dia dari gadgetmu. Toh percuma, kalau kamu ternyata sudah hafal semua akun (beserta password) dan juga deretan nomor yang sering kamu hubungi itu.

Hati yang tenang adalah kunci jawaban untuk menghadapi persoalan patah hati. Ketika hatimu tenang, putusan yang kamu ambil pun pasti dengan pikiran matang. Meski jadinya harus sakit atau menyakiti, kalau memang itu adalah satu-satunya jalan yang terbaik, lakukan bukan dengan menggantungkan.

Percaya aja,  baik yang jadi sakit atau tersakiti, keduanya kelak sama-sama akan diberikan yang terbaik,kok.

  • Ikhlas-in aja, Ini salah satu cara Tuhan untukmu agar tak banyak menghabiskan waktu dengan orang yang tidak tepat.

Langkah berikutnya setelah menenangkan diri adalah ikhlas. Memang sih, ikhlas ini ilmu yang tinggi, susah. Tetapi, bukan berarti tidak bisa sama sekali. Coba aja,dulu. Pelan-pelan sembari dekatkan diri dan curhatlah pada sang pemilik hatimu, kepada-Nya.

Bahwa apa yang kelak terjadi, patah hatimu itu, adalah salah satu skenario terbaik yang Tuhan berikan untuk kamu jalani. Seseorang yang kamu cintai boleh saja pergi, tapi sang pemberi cinta, DIA tidak akan meninggalkanmu benar-benar sendiri.

  • Penting, jangan lupa cara berbahagia!

Sebelum kamu meninggalkannya atau jadi yang ditinggalkan, rancangan patah hati terbaik yang tak kalah penting adalah jangan lupakan cara berbahagia. 

Jangan pura-pura tidak bisa bahagia ketika dia nanti pergi. Coba ingat, hari-harimu juga pernah bahagia kan waktu dia belum ada dihidupmu? Jadi, jangan jadikan dia penyebab untuk tidak bahagia. Bahaya! Tunjukanlah bahwa dengan atau tanpanya, hidupmu super asyik dan bisa berbahagia. Buktikan bahwa kamu tanpanya bisa baik-baik saja, atau menjadi lebih dari baik-baik saja.

Apa mungkin merancang patah hati terbaik itu bisa jadi nyata? Mungkin, asal kamu benar-benar niat dan mau melakukannya, dong. 

Salam,
Listhia H Rahman