Listhia H Rahman
Listhia H Rahman pelajar/mahasiswa

❤ Student at Postgraduate Program of Public Health (Nutrition), Faculty of Medicine, Universitas Gadjah Mada ❤ Bachelor of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Diponegoro University ❤ "Kalau tidak membaca, bisa menulis apa" ❤ listhiahr@gmail.com❤ IG : listhiahr ❤

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Aman dan Murah, Begini Cara Mengatasi Diare yang Bisa Kamu Lakukan!

25 Agustus 2018   22:13 Diperbarui: 27 Agustus 2018   10:36 1637 4 2
Aman dan Murah, Begini Cara Mengatasi Diare yang Bisa Kamu Lakukan!
(ilustrasi | https://www.everydayhealth.com)

Pusing, Batuk, Sariawan dan Diare. Empat masalah kesehatan yang umum dialami hampir setiap orang dalam hidupnya. Pun saya. Walau tidak mengenakan, namun saya bisa bilang "Alhamdulilah", sebab selama ini saya belum (dan jangan sampai) merasakan rasanya di infus apalagi harus terbaring di rumah sakit akibat penyakit yang serius. Sebab yang saya hadapi lebih sering yang saya sebutkan diawal paragraf ini. Di antara empat, satu yang sungguh paling menyiksa adalah ketika harus bertemu yang terakhir, ketika harus berhadapan dengan masalah diare. "Duhh... gimana cara mengatasi diare ini?"

Kalau pusing bawa tidur, batuk tinggal pakai masker, sariawan yaudah diem, kalau diare? Mana bisa ditahan.

Diare, Sumbernya Bisa Jadi Sederhana tapi Dampaknya Tidak Biasa

Penyebab diare bisa bermacam-macam dari alergi makanan, adanya infeksi sampai karena faktor kita sendiri. Ya, beberapa faktor risiko yang dapat mengundang diare justru datang  dari perilaku yang kita perbuat sendiri seperti tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan atau saat setelah ke toilet, mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak bersih atau bisa juga karena konsumsi makanan yang terlalu pedas. Kebiasaan-kebiasaan yang sebenarnya mudah dilakukan dan bisa dihindari, namun sering dilupakan dan malah dibiarkan.

Penyakit ini juga tidak pernah melihat usia, baik dewasa maupun anak-anak bisa mengalaminya. Lama sakitnya pun beragam, mulai dari hitungan hari sampai mingguan, dari kondisi yang ringan sampai bisa mengancam jiwa seseorang. Sumber penyakitnya bisa jadi sederhana saja, tapi dampaknya jangan salah sangka,ya.

Posisinya sebagai penyakit yang umum dialami masyarakat, membuat penanganan medis soal cara mengatasi diare sudah banyak orang mengetahui. Yang paling populer dan familiar adalah membuat larutan oralit. Campuran antara gula dan garam yang dilarutkan dengan air ini bermanfaat untuk menggantikan cairan yang hilang akibat diare, mencegah dehidrasi.

Tolak Angin, Ramuan Herbal yang Multifungsi

Selain dengan bantuan oralit, ternyata masalah diare bisa ditangani dengan bantuan ramuan herbal bernama Tolak Angin. Ya, jangan buru-buru menilai hanya dari namanya. Meski berjudul "Tolak Angin", ramuan yang resepnya sudah diracik sejak tahun 1930 ini tak melulu soal keluhan yang ber-angin seperti masuk angin,lho.

ilustrasi |Liputan6.com
ilustrasi |Liputan6.com
Dengan ciri khas kemasan berwarna kuning, tolak angin bisa juga mengobati gangguan yang sering kamu temui dari tenggorokan gatal dan kering, mual dan muntah sampai sakit perut/diare. Kemasannya yang mudah dibawa-bawa juga bisa menjadi senjata untuk menghindari mabuk diperjalanan, kelelahan dan mencegah rasa pusing yang bisa tiba-tiba datang.

Tidak Harus Menunggu Sakit, Tolak Angin Bisa Membantu Jaga Daya Tahan Tubuhmu

(ilustrasi | https://www.instagram.com/tolak_angin/)
(ilustrasi | https://www.instagram.com/tolak_angin/)
Dibuat dari bahan-bahan alami berkhasiat seperti madu, jahe, daun mint, cengkeh dan adas , membuat "Tolak Angin" aman dikonsumsi. Selama penggunaannya sesuai dengan dosis yang dianjurkan, konsumsi Tolak Angin bisa dilakukan dalam jangka panjang.

Adanya dampaknya yang positif bagi tubuh tak heran membuat produk yang mulai diproduksi dalam skala pabrik sejak tahun 1951 ini masih terus bertahan sampai sekarang. Ya, sudah lebih dari setengah abad, "Tolak Angin" setia menjadi senjata ketika kita menghadapi masalah-masalah kesehatan yang umum dialami masyarakat khususnya di Indonesia. Keren!

Oh ya, meski terbuat dari bahan yang alami. Tetap perhatikan ketentuan saat mengkonsumsinya. Untuk menjaga daya tahan tubuh, kamu bisa meminum dua sachet setiap hari, selama tujuh hari. Hal ini merujuk pada penelitian yang sudah dilakukan dimana menunjukkan bahwa seorang yang mengkonsumsi "Tolak Angin" sebanyak dua sachet selama tujuh hari meningkatkan presentase limfosit T yang berperan dalam kekebalan seluler. (selengkapnya disini)

 Untuk masuk angin, sakit perut atau diare, minum tiga sampai empat sachet perhari. Untuk yang akan melakukan perjalanan jauh, satu sachet sudah cukup. Kalau sudah mabuk, konsumsi sampai 3 sachet masih diperbolehkan. Jika kamu mempunyai riwayat medis tertentu dan mengkonsumsi obat-obatan lain, jangan lupa untuk diskusikan dulu pada dokter atau apotekermu.

Dalam perjalanannya, produk ramuan herbal cair dengan harga terjangkau ini juga tidak hanya berfokus pada konsumen dewasa, tetapi ada juga disediakan untuk anak-anak. Untuk mendapatkan produknya pun mudah, karena hampir tersebar di seluruh pelosok Indonesia (dari warung sampai minimarket) bahkan sampai luar negeri.

 Ah, iya. Saya jadi ingat.

Dulu,  saya pernah dikerjain tengah malam (malam itu menuju pergantian hari, hari dimana saya ulang tahun) oleh Mbak Kos untuk membeli "Tolak Angin" karena merasa tak enak badan. Saking paniknya saat itu, saya sampai tak sempat melihat tulisan yang tertera di kemasannya. Saya baru sadar ketika Mbak Kos yang menerima justru malah jadi tertawa.

"Kok Tolak Angin Anak, dek!" 

"Ohiya, Tolak Angin kan ada versi anaknya!", batin saya sambil ikut tertawa.

***

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2