Mohon tunggu...
Vriska Liska Sihombing
Vriska Liska Sihombing Mohon Tunggu... Human Resources - #perempuanadalahmasadepan

KOMUNITAS KARTINI INDONESIA (KOKASI) ig: @kokasi.id ig: @vriskaliskasihombing

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Perempuan Simbol Demokrasi yang Timpang?

1 April 2021   11:23 Diperbarui: 7 April 2021   18:14 1261
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Peranan perempuan dalam mempertahankan tanah juga dilakukan dengan cara-cara yang khas. Aleta Baun (Mama Aleta) mengajak perempuan Mollo, di Nusa Tenggara Timur, untuk dijadikan kawasan pertambangan.

Perlawanan khas lainnnya juga dilakukan perempuan Kendeng pada kasus penolakan pabrik semen Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Perempuan Kendeng melakukan aksi berkemah, jalan kaki (long march), dan aksi mengecor kaki di depan istana (Jurnal Perempuan 103 Hal 11).

Peran Perempuan menurut Ajaran Gereja Katolik

Perempuan melakoni peran yang amat penting dalam kehidupan gereja Katolik. Tidak hanya sebagai ibu rumah tangga, tetapi perempuan juga hadir dalam dunia kerja, organisasi masyarakat dan menjadi biarawati. 

Perempuan harus mempunyai akses kepada posisi tanggungjawab manapun yang memungkinkannya mengilhami kebijakan bangsa yang tepat.

Panggilan perempuan dalam Alkitab dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: panggilan perempuan sebagai ibu/istri yang sudah merupakan suatu ethos, panggilan perempuan karir, dan panggilan perempuan sebagai biarawati.

Bunda Maria menjadi sosok yang ideal juga menjadi patron kehidupan perempuan Katolik. Sosok ibu yang ideal, lembut, tulus, hangat, damai, saleh dan menerima "tugas yang tidak mudah". (Figur Maria telah dimasukkan oleh Para Bapa Konsili Vatikan II ke dalam bab terakhir konstitusi dogmatic mengenai gereja Katolik. Maria dengan kepribadiannya kiranya dapat menjadi teladan perempuan Katolik.)

Partisipasi kaum perempuan di berbagai profesi menjadi suatu berkat bagi perkumpulan baik itu di publik maupun pribadi. Misal, menjadi dokter, perawat, guru, dan pekerja sosial. 

Perempuan juga mampu menjalankan program katekese di paroki-paroki kerjasama kaum laki-laki dan perempuan dalam profesi hidup dapat terjadi jika kedua belah pihak menyadari panggilan mereka dan mengambil kesimpulan untuk dilaksanakan

Gambar : IndonesiaSatu.co
Gambar : IndonesiaSatu.co
Dalam sejarah perempuan dan agama kita juga mengenal Mother Teresa seorang biarawati perwujudan dari peran dan tugas perempuan yang mengabdikan diri untuk masyarakat. 

Bahwa perempuan juga tidak melulu hanya mengurusi diri sendiri melainkan terlibat membantu kaum yang miskin. Adalah tugas yang berat mengangkat seseorang dari kelaparan dan menghilangkan perasaan laparnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun