Mohon tunggu...
Lisa Selvia M.
Lisa Selvia M. Mohon Tunggu... Freelancer - Literasi antara diriku, dirimu, dirinya

Anti makanan tidak enak | Suka ke tempat unik yang dekat-dekat | Emosi kalau nemu hoaks

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Menyantap Sate Domba Enak, di Manakah Gerangan?

3 Juli 2019   20:42 Diperbarui: 4 Juli 2019   15:29 165
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sate Domba Pak Udin (dok : Rahab Ganendra)

Sate yang tidak berbumbu dinamakan Polosnya Kehidupan. Sedangkan yang berbumbu disebut Manis di Bibir. Tinggal pilih sesuai selera masing-masing. Kalau saya lebih suka yang polos, maklum saya 'tuh orangnya polos banget.

Menuju ke teman hidangan sate, yaitu pilihan sambal. Tersedia Sambal Dabu-Dabu (Ini favorit saya), Sambal Matah, Sambal Krenyos dan Sambal Kecap. Selagi dibakar, dipersilahkan untuk mengolesi para sambal.

Sebenarnya apa ya bedanya sate dibakar langsung, dengan yang dibakar di atas batu ? Ternyata menurut Cherish yang adalah satu pemilik Sate Domba Pak Udin Petot ini, jika dibakar menggunakan batu, sari-sari daging yang biasa menetes keluar dan jatuh ketika dibakar biasa tidak akan terjadi. 

Seandainya ada, itu hanya berupa letupan-letupan kecil. Intinya sari dari daging tetap terjaga istilah perkulinerannya juicy. Daging tentunya empuk karena aturan untuk pengolahan daging domba harus menggunakan domba muda.

Ketika dibakar oleh mereka di oven, sate tetap diletakkan di atas batu. Silahkan cek video You Tube saya untuk melihat prosesnya. Jangan lupa disedekahi "subscribe", "comment" dan berikan "like". Numpang iklan kanal You Tube, heheh.


Mengenai harga satu porsi dengan berat 180 gram, untuk daging saja dihargai Rp60.000. Kalau kamu doyan campur lemak harganya Rp55.000. Nah, menurut saya harga ini murah dibandingkan dengan kualitas yang didapatkan.

Mengenai menu-menu olahan lainnya antara lain Sate Ayam Ngacang, Sate Ayam Nakal, Gulai Domba Menggairahkan, Sop Domba, Nasi Domba Bakar dan Nasi Gultik khas Pak Udin Petot. Semua sudah saya coba kecuali menu terakhir.

Untuk Gulai Domba Menggairahkan sempat saya takut mencicipinya. Karena pengalaman buruk mencoba gulai Kambing, sesudah itu saya tidak sanggup untuk menelannya karena bau daging yang sangat amis. Sejak itu saya tidak pernah menyentuh gulai. Ternyata gulai ini bisa menghilangkan trauma. Santannya tidak terlalu kuat, justru rempah-rempah yang lebih terasa dan dagingnya tidak terasa amis. Walau semilir-semilir tetap masih terasa aroma daging dombanya.

Menu yang saya sangat rekomendasikan selain sate yakni Nasi Domba Bakar. Karena sudah memesan sate plus nasi jadinya untuk menu ini muncul tanpa nasi. Mengenai rasanya, enak-benar. Tapi ada cara trik cara makannya. Seperti makan kerupuk lebih enak pakai kuah. Hal ini berlaku untuk menu ini. 

Sebelum makanan disuap ke mulut, dicelupkan terlebih dahulu ke kuah yang tersedia. Rasanya manis-manis gurih bawaan mau tambah terus.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun