Mohon tunggu...
Lilian Kiki Triwulan
Lilian Kiki Triwulan Mohon Tunggu... Penulis - Always be happy

La vie est une aventure

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Pilihan

Belanja Jadi Kebutuhan atau Keinginan?

2 Mei 2020   20:13 Diperbarui: 2 Mei 2020   20:19 534
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Berbelanja sudah menjadi aktivitas rutin bagi sebagian orang. Sederhananya berbelanja sayur-mayur untuk kebutuhan sehari-hari atau sekadar membeli gula atau garam di warung.

Namun, dalam berbelanja perlu memperhatikan antara kebutuhan dan keinginan. Agar dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada.
Kebutuhan yang dimaksud di sini yakni barang atau jasa yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Sedangkan keinginan merupakan suatu barang yang diinginkan di luar kebutuhan.

Kebutuhan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan bermanfaat. Sedangkan keinginan berkaitan dengan hasrat dan kepuasan serta tidak memiliki keharusan untuk segera terpenuh. Jadi keinginan bersifat tambahan ketika kebutuhan utama telah terpenuhi.

Dalam hal berbelanja tentu harus melihat apakah itu merupakan kebutuhan atau hanya keinginan semata. Karena untuk membeli sesuatu harus memperhatikan barang yang akan dibeli. Jangan hanya mengandalkan ego dan hawa nafsu sehingga barang yang terbeli nantinya hanya sia-sia.

Bijak Berbelanja, Tahan Konsumsi Berlebih

Untuk itu bijaklah dalam berbelanja dan tahan konsumsi berlebih. Terutama dalam belanja makanan harus memperhatikan baik-baik apa yang akan dibeli dan dikonsumsi.

Tentu yang utama membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, susu, garam, telur ayam dan kebutuhan pokok yang lainnya. Kebutuhan ini bisa bertahan lama disesuaikan juga dengan tanggal kadaluwarsa yang tertera. Sehingga barang yang terbeli dapat bermanfaat.

Jumlah barang yang dibeli pun harus disesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa orang memilih membeli kebutuhan untuk satu bulan agar lebih hemat dan bisa menekan keinginan untuk membeli kebutuhan yang lain. Sedangkan beberapa diantaranya membeli untuk kebutuhan pada saat itu. Apabila barang yang diperlukan sedang habis maka harus membeli, ketika membeli barang inilah maka akan muncul keinginan untuk membeli barang yang lainnya.

Pada pandemi covid-19 yang sedang terjadi saat ini menuntut kita untuk bijak berbelanja kebutuhan. Apalagi dengan adanya aturan pemerintah untuk menjaga jarak dan tetap #dirumahaja kita harus pandai dalam membelanjakan kebutuhan sehari-hari.

Jangan sampai membelanjakan kebutuhan secara berlebih karena ketakutan di dalam diri dan kepanikan. Belanjalah sesuai kebutuhan agar tidak merugikan orang lain. Apalagi kebutuhan pokok yang diperlukan semua orang. Ketika kita berlebihan dalam berbelanja maka akan mengakibatkan stok produk yang tersedia semakin menipis.

Masih banyak masyarakat di luar yang membutuhkan kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi dengan adanya wabah virus corona yang menyebabkan sektor perekonomian terganggu dan menyebabkan masyarakat kesulitan untuk membeli kebutuhannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun