Mohon tunggu...
Holikin
Holikin Mohon Tunggu... Penulis buku "Asa di Ujung Senja", Pendidikan Karakter ala Syekh Abdul Qodir Al-Jailani", dan "Narasi Cinta"

Guru dan Penulis

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Baca Tulis

12 Oktober 2019   22:53 Diperbarui: 12 Oktober 2019   23:03 0 1 0 Mohon Tunggu...
Baca Tulis
Foto Pribadi

Beliau menyendiri. Dalam selimut tebal beliau bungkus tubuhnya yang menggigil. Di dalam gua yang biasanya pengap, tanpa fentilasi, tanpa adanya udara. Beliau berdiam di sana. Kedinginan. Dengan dibantu penerangan seadanya, khusyuk beliau di sana. Beruzlah (bersemedi). Bertaqarrub (mendekatkat diri) pada Sang Khaliq dengan tenang.

Ya, malam itu, kondisi tubuh beliau tidak seperti biasanya. Beliau menggigil sangat kedinginan. Berselimut kain lusuh mencoba untuk menghilangkan demamnya. Tiba-tiba, dari arah yang tak jauh dari tempat tidurnya itu, Malaikat Jibril datang dengan membawa wahyu suci dari Tuhannya.


Lalu, "Iqra' ya Muhammad!" (bacalah, wahai Muhammad!), Jibril memerintah. Nabi agung Muhammad SAW menjawab, "Ma ana biqari' ya Jibril!" (saya tidak bisa membaca, wahai Jibril). Jibril mendesak, "Iqra' ya Muhammad!" (bacalah, wahai Muhammad!). Nabi SAW masih menjawab, "Ma ana biqari' ya Jibril!" (saya tidak bisa membaca, wahai Jibril). Ketiganya Jibril tetap mendesak, "Iqra' ya Muhammad! Iqra' bi ismi rabbika al-ladzi khalaq khalaqa al-insana min alaq... (bacalah, wahai Muhammad! Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Maha Pencipta).

Peristiwa tersebut, merupakan awal mula Nabi SAW menerima wahyu. Dan, demikian itu sebab turunnya (asbabu al-nuzul) surat Al-Alaq, memuat perintah membaca sekaligus menerangkan kaedah tentang membaca yang memiliki korelasi yang melekat dengan aktifitas menulis.


Benar, apa yang didengungkan adagium lama, bahwa buku adalah jendela dunia. Karena dengan membaca buku, kita telah melesat jauh melancong ke berbagai belahan dunia.

Kita tidak harus pergi ke Amerika Serikat sana hanya untuk mengetahui informasi tentang patung liberty, misalnya. Atau misalnya, kita tidak harus pergi jauh-jauh ke Itali untuk mengetahui indahnya kota Roma. 

Dengan membaca, kita akan mengetahui semua itu. Hanya dengan membaca, kita akan tahu perkembangan dunia.

Oleh sebabnya, ayat Al-Qur'an turun pertama kalinya ke muka bumi ini dengan perintah membaca (iqra'). Dan bahkan, secara literal makna "Al-Qur'an" sendiri adalah bacaan. 

Sekaligus, Tuhan memberikan informasi terkait diriNya mengajarkan ilmu dengan pena (allama bi al-qalam). Di sini, jelas ada pesan penting yang disampaikan langit untuk bumi, agar penduduk bumi senantiasa membudayakan membaca dan menulis.

(Holikin, S.Pd.I)