Mohon tunggu...
Lisa Mery
Lisa Mery Mohon Tunggu...

Tuhan memberiku pengalaman...sebagai bentuk syukur setiap pengalaman yang berharga itu harus dituliskan...

Selanjutnya

Tutup

Drama

Mengapa Menjadi Lebih Bahagia dengan Orang Lain?

14 Mei 2016   23:17 Diperbarui: 14 Mei 2016   23:24 0 1 0 Mohon Tunggu...

Awalnya di mata yang jernih dan begitu sederhana, ada banyak harapan masa depan yang bisa ku kais, aku percaya dan selalu percaya di antara gelombang panjang kehidupan aku akan menemukan kemenangan akhirnya.

Begitulah seharusnya manusia optimis pikirku. Detik ke menit ke jam ke hari ke bulan ke tahun...aku jatuh bangun menjalani secara sadar hidup ini, apakah aku bahagia...di antara kebahagiaan atau tak kunjung bahagia???

Berkali aku meredesain pikiranku...merubah paradigma tentang kebahagiaan, bongkar pasang konsep "bahagia" dan terus berharap.

Intinya aku berusaha hidup di atas luka yang sebenarnya tidak pernah bisa tertutupi. Kuyakinkan kesabaran...menaikkan ketabahan...berusaha mengayuh langkah...ceria menertawakan kekonyolan...membuka mata dan pikir untuk semakin dewasa..entahlah hidupku tidak pernah benar-benar baik.

Tak jua benar terselamatkan...aku mulai banyak gamang...mengapa begini...aku banyak meminta padaNYA...memohon belas kasihNYA...untunglah ALLAH SWT selalu memperhatikan sekecil doaku ketika pagi menjelang...

Dengan segala kelemahan batin dan konflik dalam internal keluarga...aku bertahan...aku tidak bahagia tetapi cukup...aku bisa mulai menata...

Lalu...ketika jatuh lagi...aku bisa bangun karena penuh percaya diri ALLAH SWT selalu menggapai kerapuhan hatiku.

ALLAH SWT yang bisaa melihat luka batin...yang tak sembuh ini...yang entahlah terasa bagai Sahabatku.

Tuhanku...aku ingin hidup jujur...bahagia dan selalu menatap sesuatu dengan lebih baik...

Apa itu hanya boleh kutemui ketika berhadapan dengan teman-temanku di berbagai tempat. Apa harus kucari lagi tempat sandaran baru manusia ciptaanMU yang tentunya "punya ketulusan" bukan dendam kesumat yang bagai bara api tersembunyi namun pelan-pelan terus menggerogoti dan melemahkan perjuangan.

Seperti itulah aku mencarimu wahai kata yang teramat indah...

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x