Mohon tunggu...
Leya Cattleya
Leya Cattleya Mohon Tunggu... PEJALAN

PEJALAN

Selanjutnya

Tutup

Musik Artikel Utama

Sting, "Fragile", Konflik, Kekerasan dan Kerapuhan Manusia

19 Mei 2019   15:15 Diperbarui: 20 Mei 2019   06:22 0 46 29 Mohon Tunggu...
Sting, "Fragile", Konflik, Kekerasan dan Kerapuhan Manusia
Sting

Lagu lagu Sting yang Cocok di Segala Cuaca
Akhir pekan adalah saat yang tepat untuk menikmati waktu dengan keluarga atau melakukan hal hal pribadi yang menyenangkan.

Hari ini saya merasa perlu me'recharge' badan dan jiwa dengan musik. Untuk musik saya memang bukan kategori pemilih, tetapi ya memang kita perlu tetap memilih, kan?. 

Play list saya tidak terlalu panjang daftarnya. Setelah menimbang nimbang di antara Bob Marley, Gypsy King, the Queen, Simply Red dan the Sting, saya akhirnya putuskan untuk mendengarkan beberapa lagu dari the Sting.

Tentu saya menggilir beberapa lagu hitsnya. 'Message in a bottle', lalu 'the Shape of my Heart', E"nglishman from New York", dan tentu 'Fragile'. Saya ulang lagu Fragile. Entah mengapa, saya jadi cengeng. Ada sesuatu di lagu ini yang membuat saya jadi basah mata dan pada saat yang sama ada semacam kekuatiran. 

Untuk musiknya, Sting sangat istimewa seperti nampak pada video 'Fragile' ini. Kali ini saya tampilkan Sting dengan 'Fragile' yang dinyanyikan oleh Stevie Wonder. Terdapat permainan harmonika dari Stevie yang membuat alunan 'Fragile' berbeda dan unik, tetapi tetap indah dengan sentuhan beberapa alat musik perkusi yang 'sangat Sting'. 

Fragile (sting)

If blood will flow when flesh and steel are one
Drying in the color of the evening sun
Tomorrow's rain will wash the stains away
But something in our minds will always stay
Perhaps this final act was meant
To clinch a lifetime's argument
That nothing comes from violence and nothing ever could
For all those born beneath an angry star
Lest we forget how fragile we are

On and on the rain will fall
Like tears from a star like tears from a star
On and on the rain will say
How fragile we are how fragile we are

On and on the rain will fall
Like tears from a star like tears from a star
On and on the rain will say
How fragile we are how fragile we are
How fragile we are how fragile we are

Makna Lagu 'Fragile'

Lagu-lagu Sting memang banyak yang menjadi hit dunia. Sting sendiri punya nama Gordon Sumner, lahir di Newcastle Inggris pada 2 Oktober 1951. Karirnya sebagai penyanyi dan penulis lagu dimulai sejak 1980 an di group the Police dan sebagai artis solo.

Terkait makna lagu ini, Sting sendiri menyebut bahwa ia menulis lagu ini sebagai penghormatan kepada Ben Linder, seorang insinyur Amerika yang dibunuh oleh Contras, kelompok sayap kanan Nikaragua yang yang didukung Amerika untuk melawan Junta Sandinista yang aktif antara 1979 sampai 1990 di Nikaragua.

Namun, bukan lagu karya Sting bila arti lagu itu hanya bisa dimaknai dalam satu cerita saja. Apalagi bila itu hanya arti harfiah.

Hampir semua lagu Sting punya arti bukan hanya ganda, tetapi memiliki ruang bagi setiap pendengar dan pecinta lagunya untuk menganalisis lirik yang ada. Beberapa lagu Sting penuh makna filosofis, ajakan perdamaian, dan undangan memaknai kehidupan.

Lagu 'Fragile' ini kemudian muncul dalam beberapa bahasa, termasuk Spanyol dan Portugis dengan judul "Fragilidad" dan "Fragil", yang muncul dalam berbagai album. Versi Spanyol dari lagu ini menjadi 'side B' dari lagu "I'm So Happy I Can't Stop Crying".

Coba kita perhatikan beberapa bait pertama lagu ini.

If blood will flow when flesh and steel are one.
[Bila darah mengalir setelah ada bertemunya daging dan logam].
Drying in the color of the evening sun.
[Mengering dalam warna matahari senja].
Tomorrow's rain will wash the stains away.
[Hujan esok hari akan membersihkan bercaknya].
But something in our minds will always stay
[Namun apa yang ada di dalam pikiran kita akan selalu tinggal].

Bait bait itu memberikan gambaran apa yang terjadi ketika terdapat konflik dan perumpahan darah karena adanya pelepasan peluru panas dari senjata. Suasana sekeliling yang memerah itu merupakan gambaran betapa suasana adanya konflik yang memanas. 

Sekalipun hujan dan waktu mengguyur dan membersihkan bekas bekas peristiwa, manusia akan sangat terpengaruh oleh kematian kematian dan luka yang ada. Sayangnya, peristiwa itu tidak hanya berdampak pada mereka yang menjadi korban langsung penembakan, tetapi semua pihak jadi korban. Baik yang kalah maupun yang menang akan rugi. Itupun tidak hanya membekas di antara ingatan orang yang berada dalam area tersebut, tetapi juga siapapun yang melihat dan mendengar. Semuanya akan tersisa dan tinggal dalam ingatan manusia sebagai luka dan trauma. 

Lanjutan dari bait selanjutnya adalah seperti berikut.

Perhaps this final act was meant.
[Mungkin peristiwa akhir itu memang dimaksudkan (ada)]
To clinch a lifetime's argument.
[Untuk bergumul dalam perdebatan tak berkesudahan]
That nothing comes from violence and nothing ever could.
[Yang tidak berasal dari kekerasan atau sesuatu yang pernah ada]

Peristiwa peristiwa berdarah memang sudah direncanakan. Sebetulnya ini berawal dari perdebatan dan perang mulut, dan sama sekali bukan dari peperangan. Namun tentu ada rekayasa yang dilakukan sehingga peristiwa semacam ini bisa terjadi. Terutama, bila manusia disulut nafsu marah dan kebencian, maka hal terburuk sangat mungkin terjadi. Dan, begitu banyak manusia yang tak berdosa dan rentan menjadi korban. 

Tua, muda, kaya dan miskin berduka. Lalu mengapa kita lakukan hal ini? Ini tentu berhubungan dengan kekuatan yang luar biasa yang mungkin tak nampak tapi menjadikannya dan merekayasa. Memang menyedihkan. 

Selanjutnya, kita dengar bait bait selanjutnya.

For all those born beneath an angry star
[Untuk semua yang hadir lahir dari balik bintang yang marah]

Lets we forget how fragile we are.
[Marilah kita lupakan tentang bagaimana kita sangat rentan]
On and on the rain will fall.
[Secara berturut hujan akan jatuh]
Like tears from a star.
[Seperti air mata dari suatu bintang]
Like tears from a star.
[Seperti air mata dari suatu bintang]
On and on the rain will say.
[Secara berturut hujan akan jatuh]
How fragile we are.
[Betapa rapuhnya kita]
How fragile we are.
[Betapa rentannya kita]
On and on the rain will fall.
[Secara berturut hujan akan jatuh]
Like tears from a star.

[Seperti air mata dari suatu bintang]
Like tears from a star
[Seperti air mata dari suatu bintang]
On and on the rain will say.
[Secara berturut hujan akan berkata]
How fragile we are.
[Betapa rentannya kita]
How fragile we are.
[Betapa rentannya kita]
How fragile we are.
[Betapa rentannya kita]
How fragile we are.
[Betapa rentannya kita]

Setelah peristiwa itu, tentu kita semua akan berduka secara mendalam. Seluruh jagad ikut menangis dan alampun menundukkan kepala. Darah dan nyawa adalah bayaran dari peristiwa ini. Pada akhirnya, peristiwa duka dan kematian seakan begitu dekat dengan kita, manusia. Luka dan duka menjadikan betapa rentan manusia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2