Mohon tunggu...
Lenikmah
Lenikmah Mohon Tunggu... Mahasiswa

6 PGSD A2 FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN UNISNU JEPARA

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Implementasi Manajemen Pendidikan Inklusif

22 April 2021   00:29 Diperbarui: 22 April 2021   00:46 54 0 0 Mohon Tunggu...

IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENDIDIKAN INKLUSIF

Manajemen pendidikan inklusif yaitu proses yang terkait erat dengan tujuan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan sistem pendidikan bagi seluruh peserta didik. Peningkatan mutu pendidikan sekolah inklusi perlu dukungan dari manajemen sekolah. 

Oleh karena itu di adakan manajemen pendidikan inklusif, setiap sekolah yang menyeleggarakan pendidikan inklusif perlu melakukan manajemen pendidikan inklusif, manajemen tersebut meliputi : manajemen kesiswaan, manajemen Kurikulum, manajemen tenaga pendidik, manajemen sarana dan prasarana, dan manajemen proses pembelajaran. Sebelum membahas lebih detail beberapa manajemen yang ada di sekolah inklusif, kita sebaiknya mengetahui karakteristik manajemen pendidikan inklusi.

1.Melibatkan semua komponen pendidikan dalam keseluruhan proses mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan dan evaluasi
2.Orang tua dan masyarakat turut berpartisipasi dalam keseluruhan proses pembelajaran
3.Guru diberi kesempatan dan tantangan untuk belajar berbagai metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan anak
4.Guru menggunakan metode pembelajaran kooperatif yang melibatkan kerjasama antar anak dan pengajar secara interaktif
5.Partisipasi dan kerjasama antara semua komponen semakin ditingkatkan terutama kerjasama antara orang tua dan guru mulai dari perencanaan pembelajaran sampai pada evaluasi dan tindak lanjut

Setelah kita mengetahui karakteristik dari manajemen pendidikan inklusi, selanjutnya kita membahas lebih detail dari beberapa manajemen pendidikan inklusi

1.Manajemen kesiswaan

Manajemen kesiswaan ini berkaitan dengan peserta didik atau siswa, meliputi :

a)Penerimaan Peserta Didik melalui analisis kebutuhan
Saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) guru atau pihak sekolah menganalisis kebutuhan dengan cara wawancara dengan orang tua, mauapun dengan peserta didik langsung, ini dilakukan tidak kepada peserta didik yang kategori ABK (anak berkebutuhan khusus) tapi kepada semua peserta didik dan orang tuanya

b)Identifikasi Kesiapan Peserta didik
Dalam hal ini guru bisa melihat anak saat guru memberikan tes membaca menghitung untuk melihat kesiapan anak masuk pada Sekolah Dasar.

c)Kemampuan Kognitif, Bahasa dan Komunikasi
Guru bisa melihat kemampuan anak dalam bidang kognitif, bahasa dan komunikasi saat guru mengajak ngobrol atau wawancara dengan peserta didik tersebut.

d)Perilaku Anak di kelas
Dengan adanya wawancara, komitmen dengan orang tua, guru mampu memberikan pelayanan kepada anak saat di kelas, apakah anak itu pasif atau aktif, guru bisa membantu agar ia bisa membeaur bersama dengan anak-anak yang lainnya,.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x