Mohon tunggu...
Lazuardi Firdaus
Lazuardi Firdaus Mohon Tunggu... Lainnya - Motorsport

Motorsport Maniac

Selanjutnya

Tutup

Balap Artikel Utama

Kali Ini, Mercedes Memang Salah Strategi

1 November 2022   18:00 Diperbarui: 3 November 2022   10:10 1376
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dapat dilihat dari grafik diatas, selepas pitstop Verstappen melenggang bebas dari Lewis Hamilton dimana grafik untuk Lewis Hamilton (warna biru muda) jatuh bebas selepas pitstop sampai akhir balapan. Berbeda dari awal balapan sebelum pitstop dimana Hamilton tidak membiarkan Verstappen kabur dengan jauh dimana grafik untuk Lewis Hamilton relatif lurus saja.

2. Apakah Mercedes Salah Perhitungan?

Jawaban singkatnya TIDAK. Mengapa?

  • Mercedes W13 masih lemah dibanding Red Bull RB18. Maka dari itu jika mengikuti persis strategi Red Bull sama saja memastikan Mercedes akan finish di belakang Sang Banteng Merah.

Catatan waktu Russell & Perez pasca Perez pitstop untuk ban medium (dokumentasi pribadi)
Catatan waktu Russell & Perez pasca Perez pitstop untuk ban medium (dokumentasi pribadi)
  • Mengikuti 'strategi Ricciardo' (memakai ban medium sampai lap-40 lalu ganti dengan Ban Soft) tidak akan berhasil juga.  Jika dilihat dari Russell vs Perez (karena jarak pitstop mereka relatif jauh), Sergio Perez mampu memangkas jarak sekitar 3,5 detik hanya dalam waktu 8 Lap saja. Walaupun mereka akan mengejar di akhir dengan keunggulan ban soft, tetapi jaraknya akan sangat jauh untuk dikejar.


3. Ferrari Harus Belajar Dari Mercedes Dalam Hal Ini.

George Russell pitstop (Steve Etherington)
George Russell pitstop (Steve Etherington)

Ini memang kesalahan strategi dari Mercedes. Beberapa kali baik mobil no #44 dan #63 mempertanyakan tentang seberapa jitu strategi ini. Tetapi pada akhirnya, mereka tetap full commitment dengan strategi ini walaupun bukan strategi yang tepat. Hal ini harus ditiru oleh Ferrari. Mereka (Mercedes) paham mereka salah dalam menerapkan strategi tetapi sebagai tim mereka tetap berusaha memperbaiki kesalahan tersebut. Dalam GP Mexico City, baik Peter Bonnington (race engineer Sir Lewis Hamilton) dan Riccardo Musconi (race engineer George Russell) berusaha menenangkan kedua pembalapnya dengan menjamin Red Bull akan kesulitan di akhir dengan ban Medium (walaupun tidak terjadi).

Binotto finger-wagging Leclerc post-race (skysportf1 feed)
Binotto finger-wagging Leclerc post-race (skysportf1 feed)

Sebaliknya di Ferrari, mereka bahkan tidak sadar bahwa mereka salah. Contohnya ketika mereka mencoba melakukan pembelaan memakai ban Hard pada balapan yang dingin di GP Hungaria yang jelas-jelas salah. Atau momen dimana Leclerc dan Binotto pada akhir balapan di Silverstone. 

Ferrari harus banyak belajar dari Mercedes untuk menjadi sebuah tim yang utuh dan mencoba memperbaiki kesalahan yang terjadi (bukannya ngeyel)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Balap Selengkapnya
Lihat Balap Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun