Mohon tunggu...
Laura Peby
Laura Peby Mohon Tunggu... mahasiswa

mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Persepsi Klien Mengenai Perilaku Caring Perawat di Indonesia

26 Mei 2019   14:53 Diperbarui: 26 Mei 2019   14:56 866 0 0 Mohon Tunggu...

Persepsi klien di Indonesia  mengenai perilaku caring perawat sangatlah berbeda antara satu dengan yang lainnya. Persepsi klien bergantung kepada pengalaman yang mereka rasakan selama mendapat asuhan keperawatan oleh perawat pada beberapa rumah sakit yang mereka jalani dan itulah mengapa penilaian perilaku caring perawat dirumah sakit yang satu dengan rumah sakit yang lain bisa menjadi berbeda. Perilaku caring perawat dapat menjadi salah satu tolak ukur bagaimana kualitas pelayanan di rumah sakit, mengingat jumlah profesi perawat termasuk kuantitas yang besar di rumah sakit.

Banyak klien yang merasa bahwa perawat tidak mampu menjalankan caring secara baik ada juga yang berpendapat bahwa perawat di Indonesia sudah  mampu melakukan caringnya dengan baik. Caring merupakan salah satu tindakan keperawatan yang dilakukan setiap hari secara terus menerus dengan tulus, ikhlas, peduli terhadap  masalah klien yang sedang dihadapi atau caring juga dapat dikatakan sebagai suatu bentuk memberi perhatian dan mempelajari kesukaan -- kesukaan seseorang dalam bagaimana seseorang tersebut berpikir dan bertindak. Artinya Perilaku caring sangatlah penting dalam layanan keperawatan karena akan memberikan kepuasan pada klien.

Perilaku caring bertujuan dan berfungsi membangun struktur sosial, pandangan hidup dan nilai kultur setiap orang yang  berbeda pada satu tempat.  Caring bermanfaat dalam  membantu klien memenuhi masalah klien baik fisik, psikologis, sosial, dan spiritual dengan tindakan keperawatan yang meliputi intervensi keperawatan, observasi, pendidikan kesehatan, dan konseling.

Manfaat utama yang dirasakan klien dari suatu caring perawat adalah  terbantunya dalam pelaksanaan rencana pengobatan atau terapi, terbantunya pasien/ klien yang sedang beradaptasi dengan masalah kesehatan, mandiri memenuhi kebutuhan dasarnya, mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, dan meningkatkan fungsi dari tubuh pasien.

Berdasarkan hasil survey kepuasan klien pada beberapa Rumah Sakit di Jakarta yang dilakukan oleh Depkes RI menunjukan bahwa 14% klien tidak puas terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan, disebabkan oleh perilaku caring yang kurang baik (Kemenkes RI, dalam Abdul, 2015). Ada juga hasil survey dari 312 responden menunjukan  tingkat kepuasan terhadap pelayanan keperawatan yang dilakukan beberapa Rumah Sakit pada bulan Juni 2009 menunjukkan 92,17% pelayanan di rumah sakit khususnya keperawatan cukup baik walaupun masih terdapat masukan dan kritikan terhadap perilaku caring perawat (Cecep Solehudin Firmansyah,2019) .

Hasil penelitian yang lain tepatnya di Ruang Rawat Inap RSAU DR. M.Salamun Bandung mengenai perilaku caring perawat dirumah sakit menunjukan sebanyak 52,1% dikatakan cukup baik dan  klien menilai 44,4% perilaku caring perawat yaitu baik dan klien menilai dalam keseluruhan perilaku caring perawat memiliki kategori cukup. Sedangkan untuk penilaian klien mengenai perawat di Rumah Sakit IMC Bintaro merasakan kebutuhan  caring mereka selama dirawat cukup tinggi, yaitu sebanyak 55,9% dan klien memiliki persepsi positif terhadap perilaku caring perawat dengan persentase sebanyak 61,3%. Klien  yang dirawat juga sebagian besar dapat menerima kondisi dirinya dengan baik selama dirawat sebanyak 71% serta 75,2% pasien menyatakan keseluruhan perilaku caring perawat selama memberikan pelayanan adalah baik (Manurung,2013)

Perilaku caring perawat yang dirasakan oleh klien bermacam-macam tetapi secara garis besar mereka merasakan bahwa perawat yang caring adalah perawat yang aktif bertanya kepada pasiennya, berbicara lembut dan santun, selalu memberi dukungan kepada pasiennya, responsif, terampil, menghargai, dan menganggap pasien itu seperti keluarga sendiri dengan penuh kasih sayang. Bagi klien, perilaku caring perawat yang ideal adalah perawat mampu membuat klien nyaman saat sakit seperti menanyakan keluhan, perawat berbicara tidak dengan nada tinggi, mampu memahami pasiennya dengan baik, perawat mampu memberikan klien semangat supaya tidak putus asa, dan perawatnya harus terampil dan cepat tanggap  dimana bila ada keluhan perawat langsung datang.

Perilaku utama  caring yang ideal bagi seorang perawat yaitu mengetahui dan memahami kebutuhan klien, memiliki hubungan timbal balik yang baik , menunjukan kesabaran, mencerminkan kejujuran, adanya rasa kepercayaan, memilki sikap rendah hati. Memiliki harapan bagi kesembuhan klien, dan berani untuk mencari tahu hal-hal yang tidak diketahui. Watson (2012) dalam Theory of Human Care mengungkapkan bahwa ada sepuluh carative factor yang dapat mencerminkan perilaku caring dari seorang perawat.

Sepuluh faktor tersebut adalah membentuk sistem nilai humanistik-altruistik, menanamkan keyakinan dan harapan, mengembangkan sensitivitas untuk diri sendiri dan orang lain, membina hubungan saling percaya saling membantu, meningkatkan dan menerima ekspresi perasaan positif dan negatif, menggunakan metode pemecahan masalah yang sistematis dalam pengambilan keputusan, meningkatkan proses belajar mengajar interpersonal, menyediakan lingkungan yang mendukung, melindungi, dan atau memperbaiki mental, sosiokultural dan spiritual, membantu dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia, mengembangkan faktor kekuatan eksistensial fenomenologis.

Perilaku caring yang ideal  juga harus selaras dengan nilai-nilai budaya, kepercayaan, dan praktik. Perawatan selaras secara budaya disediakan dalam tiga cara utama dengan menjaga kehidupan klien yang akrab, dengan membuat akomodasi dalam perawatan yang memuaskan klien, dengan membuat pola asuhan keperawatan untuk membantu klien bergerak menuju kesehatan.

Oleh karena itu, persepsi klien mengenai perkembangan perilaku caring yang dilakukan oleh perawat hingga pada saat ini dapat dikatakan cukup baik. Caring merupakan salah satu bagian dari  nilai-nilai profesionalisme yang harus dilakukan oleh perawat. Hendaknya perilaku caring perawat dapat terus dijaga dengan baik dan dapat ditingkatkan dengan diperlukan dorongan dari dalam diri perawat yang didukung dengan adanya rasa empati sehingga akan memotivasi perawat dalam melakukan  caring . Peningkatan pemahaman tentang perilaku caring pada perawat juga akan meningkatkan mutu dalam pelayanan keperawatan kepada pasien sehingga kedepannya diharapakan diadakan pelatihan softskills dan hardskills secara terus menerus  kepada perawat.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN