Mohon tunggu...
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta Mohon Tunggu... Novelis - Penulis Novel

Nominee best fiction Kompasiana Awards 2019. 9 September 1997. Novel, modeling, music, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

"Psikolove", Akhirnya Ku Menemukanmu (3)

11 November 2017   05:57 Diperbarui: 11 November 2017   05:58 1220
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

"Acara keluarga itu..." Pelan-pelan Calvin memulai, berusaha mengeluarkan isi hatinya yang terpendam.

"Ya? Ada apa dengan acara keluarga?" Clara mendorongnya, lembut dan sabar.

"Aku tertekan. Mereka berbisik-bisik tentangku. Menyalahkanku karena tidak menikah. Beberapa sepupu bahkan menyebutku dengan sebutan aneh-aneh dan tidak pantas. Adica dan Papa marah. Mereka membelaku. Tetap saja aku sakit dan tertekan setelahnya. Terasa sakit sekali...di sini." Calvin menunjuk ke dada kanannya.

"Iya, aku paham. Kamu sakit sejak itu. Pantas kamu tidak menulis artikel selama beberapa hari ini."

Mendengar itu, Calvin tertegun. Bagaimana Clara bisa tahu?

"Aku memperhatikanmu, Calvin. Selalu memperhatikanmu." Seolah bisa membaca pikiran Calvin, Clara menjelaskan.

Ada yang memperhatikannya. Ada yang peduli padanya. Entah mengapa, beban di hati Calvin terasa lebih ringan.

"Well, aku sudah membaca e-mailmu tadi pagi. Kamu menulis semua kenanganmu tentang Angel. Indah..." puji Clara setelah terdiam sejenak.

"Thanks. Aku juga mengirim tulisanku pada adikmu."

"Silvi? Dia membacanya juga? Wow, bagus. Kelihatannya kalian memang dekat ya."

Sebuah kemudahan bagi Clara. Calvin tak hanya mengenal dirinya, melainkan mengenal anggota keluarganya yaitu adik semata wayangnya. Kemungkinan Silvi bisa membantu Calvin agar lebih cepat sembuh dari traumanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun