Mohon tunggu...
Irma Tri Handayani
Irma Tri Handayani Mohon Tunggu... Guru - Ibunya Lalaki Langit,Miyuni Kembang, dan Satria Wicaksana

Ibunya Lalaki Langit ,Miyuni Kembang,dan Satria Wicaksana serta Seorang Penulis berdaster

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Hokben Perdana untuk Pemula Puasa

25 Juni 2016   23:50 Diperbarui: 26 Juni 2016   01:34 350
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Paket hokben untuk berbuka puasa. (Foto:Irma)"][/caption]

Menyiapkan menu spesial untuk berbuka puasa merupakan salah satu syarat syah yang harus di penuhi oleh seorang emak-emak beranak dua seperti saya.

Kalau untuk suami sih saya tak terlalu pusing tujuh keliling karena dia biasanya pasrah dibuatkan masakan apapun. Seandainya tidak cocok, paling cuma jadi manyun tapi tak sampai protes berkepanjangan.
 Lain halnya dengan si cikal Lalaki Langit anak saya . Kalau menunya tidak pas selain dia akan merengek , sayapun merasa iba dan tak tega karena tahun ini adalah tahun pertama untuknya berpuasa "full teng" sampe magrib.

Seperti hari yang lain, hari inipun dari pagi buta setelah sholat shubuh saya sudah berburu ke warung untuk membeli sayuran, ikan serta daging untuk memenuhi kadar gizi dan kenyangnya Lalaki langit .

Bulan puasa gini saya harus pasrah berdesakan dengan ibu-ibu yang lain.Kadang harus berebut jika sayuran yang di cari tinggal satu atau dua bungkus. Dan kali ini saya nyaris gagal memenangkan perebutan ini.

Brokoli yang sudah saya incar keburu di ambil ibu-ibu lain. Begitupun sebungkus udang yang sudah saya idam-idamkan ternyata harus jatuh ketangan Ibu RT hanya karena tertarik pada sebuah koin seribuan yang tergeletak di lantai. Untunglah saya berhasil mencaplok seperempat daging sapi , itupun melaui acara tarik-tarikan terlebih dahulu dengan yang lain. Karena badan saya lebih montok, maka sayalah yang jadi pemenangnya.
Sayapun pulang ke rumah dengan hati riang. Sepertinya semur daging bisa membuat makan Langitku lahap.

Sayangnya acara masak memasak sepertinya batal terlaksana. Jam 4 saat akan memasak saya baru tahu kalau gasnya ternyata habis. Entah mengapa nyaris 3 warung yang saya kunjungi semuanya tak memiliki persediaan gas. Saat sedang bingung memikirkan gas ternyata listrikpun dipadamkan oleh PLN karena katanya ada perbaikan gardu. Sudahlah tidak bisa memasak plus gagal pula menyiapkan nasi lewat magic com.

Setelah mengaruk-garuk kepala sesaat sayapun mencari cara agar buka puasa nanti ada pasokan makanan. Sepertinya saya harus membeli masakan yang sudah jadi. Kebetulan tak jauh dari rumah setiap sore menjelang buka ada pasar ramadhan.

Sayapun berganti baju tanpa acara mandi terlebih dahulu. Sepeda kesayangan segera disiapkan. Si kecil Miyuni kembang dalam gendongan sementara kakaknya Lalaki langit mengekor di belakang menggunakan sepeda juga.

Ternyata yang namanya pasar sore edisi ramadham itu ramainya luar biasa. Dari mulai penjual kolak hingga penjual nasi kotak ada. Jadi bingung sendiri mau memilih apa.

Saat asyik celingak-celinguk terlihat sebuah gerai makanan hokben diantara keramaian penjual makanan. Saya sempat merasa heran. Kok bisa hokben nyelip di pasar ramadhan? sayapun mendekat. Sementara Langit saya biarkan berkeliling mencari takjil yang dia inginkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun