Mohon tunggu...
Laila Sofrotun Nida
Laila Sofrotun Nida Mohon Tunggu... Santri PPTQ Nurul Furqon-Mahasiswa Brawijaya

(Bukan) Penulis

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Layla Majnun; Kisah Perjuangan antara Cita, Cinta, dan Keluarga

21 Februari 2021   02:24 Diperbarui: 21 Februari 2021   03:00 123 6 1 Mohon Tunggu...

Sejak mendengar film Layla Majnun Monty Tiwa rilis, awalnya imajinasi saya tertuju pada adaptasi novel asli dari karya Nizam Gandavi. Menarik sekali sepertinya. Tapi nyatanya tidak.

Layla Majnun yang digarap Monty Tiwa memilih menarik esensi dari legenda tersebut dan menggambarkannya dengan latar yang lebih Nusantara. Namun tetap dengan tidak menghilangkan suasana Azerbaijan sebagai tempat mula cerita itu berasal. 

Meski demikian, film ini berhasil memikat hati saya. Dengan kelihaian Acha, Reza Rahadian, dan baim wong sebegai tokoh aktor pemeran utama. Akting mereka tidak perlu diragukan lagi, kemampuan menampilkan emosi yang luas membuat film menjadi sarat akan makna dan terkesan enjoyable. 

Meski pada sebagian adegan, emosi cerita masih terasa tanggung dan menyisakan ruang eksplorasi yang sebenarnya lebih luas juga dalam. Seprti ketika mendekati akhir film. Seolah seperti dipercepat jalan ceritanya. Hal tersebutlah yang mungkin menyebabkan film ini berakhir tanpa full closure dan meninggalkan beberapa subplot penting yang serasa menggantung begitu saja.

Namun film ini tetaplah menarik karena menawarkan lebih dari sekadar cerita cinta klise dalam film drama pada umumnya. Dengan pesona latar Azerbaijan, penonton disuguhi dan dikenalkan dengan bahasa dan budaya dari Negeri Api tersebut. 

Sedari awal menyimak film ini, saya sudah dibuat terkesan dengan tokoh Layla yang menunjukkan jiwa semangat feminisnya dan sempat membawa imajiku berekspektasi jauh. 

Layla yang ditokohi Acha menggambarkan sebagai sosok wanita cerdas, cantik, mandiri, dan berpendidikan. Ia juga seorang guru Bahasa Indonesia sekaligus Novelis yang banyak memiliki penggemar baik di dalam atau di luar negeri.

sebagai pendidik, ia selalu mendorong anak muridnya untuk semangat menggapai mimpi dan memotivasi mereka agar tak hanya sekedar menyerahkan hidup untuk menikah. Apalagi perihal perjodohan. 

Kisah macam ini tentu relate sekali bagi orang Indonesia, utamanya yang berketurunan Jawa karena memang basis plot-nya dari sana.

Namun ditengah kabar ia diterima menjadi dosen tamu di sebuah Universitas Azerbaijan, ia dijodohkan dengan Ibnu, teman masa kecil sekaligus calon bupati yang telah membantu banyak keluarga nya secara finansial.

Layla begitu bimbang. Ia yang begitu idealis dan berpegang prinsip dengan pilihannya sendiri ternyata dihadapkan dengan pilihan yang tak pernah ia sangka, perjodohan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x