Kusno Haryanto
Kusno Haryanto CEO PT. Texas Bio Sintesa

Assessor Of Competency BNSP No.Reg.MET.000.003425 2013, Apoteker alumni ISTN Jakarta, Magister Farmasi Universitas Pancasila Jakarta

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Wangi Tak Harum di Ajang Award Apoteker Muda Indonesia

10 Agustus 2018   16:03 Diperbarui: 10 Agustus 2018   16:20 577 1 2
Wangi Tak Harum di Ajang Award Apoteker Muda Indonesia
sumber FB IYPG

Hari ini beredar postingan di media sosial dari Indonesia Young Pharmacist Group tentang pengumuman para nominasi IYPG Award. Sedikit dijelaskan agar menjadi mengerti bagi anda yang belum tahu apa itu IYPG Award.

Mengutip dari akun facebook yang bernama ID Young Pharmacist yang diposting pada tanggal 30 Juli 2018 didapat informasi bahwa IYPG Award merupakan wadah apresiasi dari IYPG kepada apoteker muda yang berprestasi dalam kebermanfaatannya bagi masyarakat.

Di sini juga dicantumkan berbagai persyaratan untuk dapat berperan lalu terpilih sebagai nominasi yang diantaranya memiliki STRA aktif, berusia dibawah 35 tahun dan memiliki kegiatan/karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan/karya yang dimaksud oleh panitia adalah berupa pendidikan/seni/budaya/lingkungan/kewirausahaan/kesehatan dan teknologi.

Kegiatan ini bisa diikuti oleh diri sendiri si apoteker muda atau bisa juga mendaftarkan apoteker muda lainnya sebagai pihak yang dianggap berprestasi.

Pengumuman siapa yang berhak mendapatkan  Award rencananya akan dilakukan pada IYPG Summit di Bandung pada tanggal 17 -- 19 Agustus 2018 mendatang. IYPG sendiri merupakan organisasi binaan dari Ikatan apoteker Indonesia yang mewadahi generasi muda apoteker yang berusia dibawah 35 tahun.

Sempat mengalami perpanjangan masa pendaftaran akhirnya panitia IYPG Award hari ini mengumumkan 5 nominasi yang akan mendapatkan Award di Bandung nanti.

sumber FB IYPG
sumber FB IYPG
Sayangnya dari ke 5 nominator itu terdapat kejanggalan yang mestinya tidak boleh terjadi di ajang dengan level nasional ini. Kejanggalan yang terjadi bisa saja karena unsur kelalaian atau karena panitia tidak cermat dan tidak teliti menelusuri siapakan nominasi-nominasi ini. Lihat saja pada nominator nomor 1.

Bila melihat dan membaca tulisan pada kolom persyaratan maka di sana dituliskan peserta calon penerima Award "berusia di bawah 35 tahun", sedangkan pengumuman dari panitia terhadap para nominasi menyebutkan dan bahkan mencatumkan secara gamblang tanggal lahir peserta.

Usia nominasi nomor 1 adalah sudah melebihi 35 tahun. Artinya nomor 1 ini mestinya tidak lolos dari seleksi administrasi sejak awal karena pada saat pendaftaran yang dibuka pada tanggal 23 Juli 2018 usia nominator nomor 1 ini sudah melewati usia yang dipersyaratkan oleh panitia, yakni 35 tahun.

sumber FB IYPG
sumber FB IYPG
Begitu juga untuk nominator nomor 5 yakni Halo Apoteker Indonesia. Di sini lagi-lagi panitia tidak meneliti sejauh mungkin terhadap nominator nomor 5 ini. Akun facebook dari Halo Apoteker Indonesia hanya eksis selama 5 bulan dimana postingan pertama terekam pada tanggal 26 April 2016 dan postingan terakhir pada tanggal 9 September 2016.

Setelah postingan terakhir akun facebook Halo Apoteker Indonesia tidak pernah lagi mengirim atau memuat apapun dihalaman dindingnya, dengan demikian dapat diartikan bahwa akun facebook Halo Apoteker Indonesia sudah mati selama 2 tahun belakangan ini, bahkan sudah tidak bernyawa sebelum pendaftaran IYPG Award dibuka.

Logikanya bagaimana mungkin akun yang sudah 2 tahun "tewas" bisa menjadi terdaftar sebagai peserta dan masuk nominasi di 5 besar. Selain itu panita pada kegiatan ini mensyaratkan kepemilikan STRA yang aktif. STRA hanya dapat dimiliki oleh apoteker sedangkan Halo Apoteker Indonesia dan Swamedika Nusantara bukanlah apoteker sehingga tentu saja ia tidak memiliki STRA.

Admin yang mengelola akun Halo Apoteker Indonesia dan Swamedika Nusantara bisa saja seorang apoteker atau terdiri dari beberapa apoteker atau bahkan bukan seorang apoteker, tetapi yang disebutkan oleh panitia sebagai nominasi nomor 2 dan 5 adalah Swamedika Nusantara dan Halo Apoteker Indonesia, bukan nama adminnya.

Ini pun mestinya sejak awal sudah tidak lolos dari seleksi administrasi karena selain sudah tidak bernyawa selama 2 tahun juga tentu saja Halo Apoteker Indonesia tidak memiliki STRA begitu juga Swamedika Nusantara.

sumber FB Halo Apoteker Indonesia
sumber FB Halo Apoteker Indonesia
Kita semua apoteker tentu saja mendukung kegiatan positive ini tetapi alangkah baiknya panitia mempersiapkan segala hal dengan lebih baik terutama di unsur ketelitian. Akan sangat merepotkan andai saja misalnya keputusan IYPG Award yang sudah dibacakan dan lalu diberikan kepada seorang nominator kemudian dibatalkan karena adanya protes dari peserta lain yang berhasil mengungkap beberapa hal yang belakangan diketahui bahwa si penerima Award sebenarnya tidak memenuhi syarat administrasi.

Semoga pelaksanaan tahun depan bisa menjadi transparan dan lebih baik lagi. Jayalah Apoteker Indonesia dengan menjunjung tinggi sportifitas.