Mohon tunggu...
Kuncarsono Prasetyo
Kuncarsono Prasetyo Mohon Tunggu... Konsultan - Sejarah itu asyik :)

Tukang gambar yang interes pada sejarah

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Artikel Utama

Surabaya Pernah Dikelilingi 49,4 Km Rel Trem, Kini Tak Tersisa

17 Februari 2020   02:24 Diperbarui: 17 Februari 2020   21:26 4488
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Trem di bawah viaduct Pahlawan 1925 (Prentenkabinet)

Lanjut ke selatan dari Dinoyo- Jl Darmokali hingga Stasiun Trem Wonokromo  yang diresmikan 14 Mei 1890. Lokasi Stasiun Trem Wonokromo ini sekarang menjadi perkampungan padat dijepit Terminal Joyoboyo dan Kebun Bintang Surabaya.

Rumitnya rute trem dan Rel KA di tengah kota (Dok Pribadi)
Rumitnya rute trem dan Rel KA di tengah kota (Dok Pribadi)

Dari Wonokromo, rute trem disambung hingga perbatasan kota yaitu melewati, Jl Gunungsari- Jl Kebraon- Jl Karangpilang, hingga Sepanjang Sidoarjo (diresmikan 27 September 1890).

Tujuh tahun kemudian (1 Juni 1897 ) ada penambahan jalur baru rute Jl Kebonrojo ke Jembatan Merah dan jalur jalur rel sepanjang kedua sisi sungai kalimas . Kemudian dan rute trem lanjutan Sepanjang-Krian, Sidoarjo beroperasi pada 14 Februari 1898.

Inilah jalur trem pertama di Surabaya, ketika kawasan perumahan Darmo belum dibangun, dan listrik belum dikenalkan di Surabaya. kota ini sudah setara dengan Eropa dalam membangun jaringan transportasi publik. Padahal teknologi trem awal mula ini masih menggunakan lokomotif uap. Mirip loko kereta api antarkota tapi berukuran kecil.

Jika ingin tahu bagaimana bentuk loko trem uap itu, satu yang tersisa dijadikan monumen di depan Stasiun Pasar Turi:

Lokomotif Trem Uap yang tersisa di depan Stasiun Pasar Turi (Foto: Boby)
Lokomotif Trem Uap yang tersisa di depan Stasiun Pasar Turi (Foto: Boby)

20 tahun kemudian, Infrastruktur trem di Surabaya dirombak total. Ini menyusul perkembangan teknologi listrik sekaligus mulai berkembangnya pemukiman baru di Surabaya Selatan, di kawasan Darmo. Pada tahun 1923, OJS memperkenalkan trem tenaga listrik alias listrik tepat saat panjang lintasnya mencapai 36 km.

Jalur dari Stasiun Trem Wonokromo yang melalui JL Darmokali- Jl Dinoyo- Jl Keputran- Jl Kaliasin ditutup. Rute dari Stasiun Trem Wonokromo itu dibuatkan dua percabangan jalur yang sama-sama menuju Surabaya Utara. 

Jalur pertama melewati tengah Jl Darmo - Jl Urip Sumoharjo- Jl Panglima Sudirman - Jl Gubernur Suryo hingga depan Apotek Simpang. Ini menyambung ke rute lama 20 tahun lalu.  Rute ini digunakan untuk Trem listrik.

Sedangkan jalur trem uap yang semula di Jl Darmokali dibuatkan rute baru dari Wonokromo. Yaitu bercabang ke arah Jl Diponegoro- Jl Pasar Kembang- Jl Arjuno- Jl Semarang- Pasar Turi- Jl Kebonrojo dan tembus di rute 20 tahun lalu di halte trem Jl Stasiun Kota ke arah Ampel dan berakhir di Jembatan Petekan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun