Mohon tunggu...
Kristianto Naku
Kristianto Naku Mohon Tunggu... Penulis - Kontributor Media Online

Penulis Daring dan Blogger. Aktif menulis di surat kabar, kontributor media online, jurnal ilmiah, majalah, blog, dan menjadi editor majalah dan jurnal ilmiah.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Negara dan Perjanjian

14 Desember 2021   00:48 Diperbarui: 14 Desember 2021   01:29 90 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi pemimpin negara. Sumber: https://www.kompas.com.

Negara tidak sekadar wacana belaka atau organisasi tanpa kejelasan visi-misi, tetapi negara ada dan dibentuk untuk mengatasi persoalan dan mengurangi ketegangan-ketegangan atau kejanggalan yang terjadi dalam komunitas sosial manusia.

Untuk itu, salah satu tujuan terpenting dari negara adalah untuk kebaikan bersama dan ini adalah salah satu alasan mengapa negara dibentuk atau didirikan di tengah masyarakat sosial. Dalam kajian terkait pemikiran politik John Locke, saya dapat menyimpulkan sebuah gagasan sederhana berkaitan dengan terbentuknya negara, yakni untuk kebaikan bersama (bonum commune) dan kesejahteraan umum (welfare).

Namun, kesejahteraan dan kebaikan yang dikemukakan dalam pemikiran politik Locke adalah soal bagaimana setiap rakyat dapat menikmati hidup bebas dan hak miliknya.

Hemat saya, negara dalam kerangka berpikir Locke, bukanlah sesuatu yang ideal, melainkan hanya dapat mengurangi kejanggalan-kejanggalan yang ada di ruang publik.  Dalam hal ini, Locke mau menekankan kebebasan setiap orang untuk menikmati dan mengelola kepemilikannya tanpa intervensi pihak lain yang dapat menimbulkan disharmoni, bahkan perang di antara keduanya.

Tidak heran jika persepsi orang tentang model negara yang dibangun Locke sangat menguntungkan para modal dan kaum kapitalis. Mereka dengan bebas mengelola dan mengumpulkan harta milik. Konsekuensi dari semuanya ini adalah munculnya jurang pemisah antara yang kaya dan miskin.

Dalam membahas pemikiran soal kesejahteraan publik ala Locke, John Dunn mendasari analisisnya pada salah seorang pemikir pendahulunya yang mengkaji soal ini, yakni Richard H. Cox. Dunn menegaskan bahwa Cox telah menganalisis pemikiran Locke secara mendalam. 

Cox berpendapat bahwa karakter esensial dari gagasan Locke tentang tujuan masyarakat politik adalah batasan mereka pada pelestarian keamanan manusia dan kehidupan sosial seperti yang terjadi pada zaman Locke -- karakteristik ini dapat dilihat jelas di bidang hubungan internasional.

Akan tetapi, Cox menegaskan pula bahwa konsep negara yang diidealkan Locke tetap membutuhkan keunggulan psikologi dan etika manusia. Hal itu dikatakannya sebagai hak yang sangat logis bagi setiap manusia sebelum menerima tugas apapun.

Cox menyatakan bahwa teorinya tentang hubungan internasional merupakan pencarian tanpa akhir untuk memaksimalkan kekayaan dan kekuasaan negara dalam menjamin kelestarian dan kebaikan individu. Bagi Dunn, analisis Cox mengenai konsep hubungan internasional dlihat sebagai konflik yang dominan untuk kekayaan dan kekuasaan. 

Locke meyakini bahwa eksistensi negara dan tujuannya adalah untuk melindungi penduduknya dari serangan musuh. Dalam hal ini, negara butuh kekuatan tertentu dalam mengamankan negara, seperti kekuatan militer.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan