Mohon tunggu...
Krismas Situmorang
Krismas Situmorang Mohon Tunggu... Guru - Guru, Blogger Indonesia

Teacher, Freelancer Writer

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Siapakah Aku?

27 Desember 2020   16:33 Diperbarui: 27 Desember 2020   16:55 144
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Prolog

 Sophie melongok ke kotak suratnya. Ia sering kali menemukan iklan produk barang untuk ibunya atau surat transaksi keuangan dari bank untuk ayahnya. Saat memilah surat-surat di tangan, mata sophie terpaku pada sebuah amplop putih tanpa nama pengirim dan perangko yang ditujukan padanya. 

Sophie Amundsen, 3 Clover House. Ia menemukan secarik kertas bertuliskan tangan yang terbungkus amplop. Sebuah kalimat pendek berakhir dengan tanda tanya besar tertuju kepadanya. Siapakah engkau? Sophie awalnya beberapa saat kehilangan gagasan untuk menjawab pertanyaan pengirim surat. 

"Siapakah aku? Aku Sophie Amundsen, namun siapakah Sophie Amundsen? Bagaimana jika aku menyandang nama lain?" Sophie bergegas menghadap cermin di kamar mandi dan memandang matanya dalam-dalam. "Aku Sophie Amundsen." Ia bertanya kepada perempuan di cermin yang mengikuti gerak tubuhnya, 

"Siapakah engkau?". Pertanyaannya dijawab oleh kesepian. Sophie kebingungan akan dirinya dan bayangan di cermin yang mengajukan pertanyaan. Ia mengarahkan jari telunjuknya pada pemilik hidung di cermin. "Engkau aku." Sophie kemudian berujar, "Aku engkau." (Gaarder, Sophie's World, 4-5).

 Situasi Batas

Kisah di atas menampilkan tokoh utama bernama Sophie. Keberadaan sebuah amplop bertuliskan "Siapakah Engkau" telah menimbulkan pergolakan dalam batin Sophie.

Mungkin saja ini pertanyaan mudah bagi seorang Sophie jika menyangkut profil diri secara fisik. Dalam benaknya, semua informasi mengenai dirinya telah lama ia ketahui. Tampaknya ia cukup mampu untuk mengetahui namanya, usianya, pendidikannya dan lain-lainnya. Sophie tampaknya tidak yakin pada pikirannya tersebut. Hal ini terlihat pada gestur yang ditunjukkan Shopie.

Dibalik Gestur 

Sophie menunjukkan ekspresi tertegun. Hal ini menyiratkan adanya keraguan mendalam dalam dirinya. Sophie berusaha merenungkan dan mencari jawaban atas pertanyaan itu.

Pertanyaan itu telah menyentuh sisi terdalam pribadi Sophie sehingga ia harus berpikir beberapa saat lamanya. Pertanyaan itu juga seolah menuntut jawaban yang mutakhir tentang siapa dirinya sesungguhnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun