Mohon tunggu...
Kris Banarto
Kris Banarto Mohon Tunggu... Abdi Perusahaan

Praktisi Marketing Properti I Pemerhati Etika Bisnis dan Humaniora

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Generasi Milenial : Tips Punya Rumah di Usia 26 Tahun

4 April 2020   10:54 Diperbarui: 7 April 2020   07:58 115 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Generasi Milenial : Tips Punya Rumah di Usia 26 Tahun
properti.kompas.com

Indonesia diberikan bonus demografi yaitu generasi milenial usia 20 – 35 tahun yang berjumlah 63.4 juta atau 24% dari jumlah penduduk Indonesia sebesar 265 juta jiwa (2018). Apabila dibandingkan dengan usia produktif yang mencapai 179.1 juta, maka generasi milenial ada 35%-nya. Generasi milenial menjadi tumpuan bangsa yang akan menentukan arah bangsa dan menjadi pemain utama pada tahun – tahun mendatang.

Ironisnya menurut survei yang dilakukan Rumah123 tahun 2017, hasilnya dalam tiga tahun mendatang atau 2020, hanya 5% kaum milenial (kelahiran antara 1982 – 1995) yang sanggup membeli rumah, sisanya 95% tak memiliki tempat tinggal. “95% Kaum Milenial Terancam Jadi Gelandangan di 2020” begitu headline detikfinance, 27 November 2017, dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa, generasi milenial yang saat ini mendominasi penduduk Indonesia, diprediksi akan sulit memiliki rumah atau terancam jadi 'gelandangan' dalam beberapa tahun ke depan. Gaya hidup yang cenderung boros dengan rata-rata kenaikan harga rumah yang sangat tinggi, menjadi penyebab utamanya.

Dalam Artikel tersebut juga diberikan gambaran bahwa kenaikan penghasilan dengan kenaikan harga rumah tidak sebanding. Maksudnya kenaikan penghasilan kaum milenial tidak lebih 10% setahun, sedangkan kenaikan harga rumah baru (primary) produk developer Jabodetabek sekitar 17%. Artinya semakin menunda pembelian rumah maka semakin lebar gap antara penghasilan dibandingkan harga rumah.

Maka pertanyaannya bisakah kaum milenial memiliki rumah?

Harga Rumah Naik Terus

Kenaikan harga rumah juga berlaku demand & supply, persedian tanah terbatas karena bumi diciptakan hanya sekali dan tidak bisa diperluas, sementara permintaan terus meningkat. Jumlah backlog rumah nasional menurut data Kementerian PUPR per 8 Maret 2019, adalah 7,6 juta unit. Padahal Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan pembangunan rumah untuk masyarakat hingga 31 Desember 2019 mencapai 1.257.852 unit. (Media Indonesia, 3 April 2020).

Survei IDN Research Institute 2019

Dalam survei yang dilakukan IDN Research Institute, dengan tajuk "Indonesia Millenial Report 2019", kepada 1.400 responden milenial dengan rentang usia 20-35 tahun di 12 kota besar di Indonesia. Survei dilakukan sepanjang 20 Agustus 2018 sd 6 September 2018. Ditemukan bahwa 64.9% kaum milenial belum mempunyai rumah, dan sebesar  35.1% telah memiliki rumah meliputi 38.2% rumah produk developer, 34.4% rumah non developer, 23.7% perumahan kavling dan 3.7% adalah Rusun.

Yang menjadi kendala sebenarnya bukan karena kemampuan daya beli, tetapi karena gaya hidup milenial yang boros, menurut survei tersebut juga di rilis bahwa mereka hanya menabung 10.7% dari pendapatan, sedangkan 51,1% pendapatan habis untuk kebutuhan bulanan kaum milenial. Dengan perincian sebagai berikut : kebutuhan rutin bulanan 51.1%, tabungan 10.7%, hiburan 8%, asuransi 6.8%, internet 6.8%, telepon 6%, amal 5.3%, cicilan hutang 3.3%, investasi 2.0%.

Apabila kaum milenial hanya mampu menabung 10.7% dari pendapatan, rasanya semakin sulit untuk bisa membeli rumah yang setiap tahun harganya merangkak naik.

Perhitungan Penghasilan Kaum Milenial

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN