Mohon tunggu...
rizqa lahuddin
rizqa lahuddin Mohon Tunggu... Auditor - rizqa lahuddin

hitam ya hitam, putih ya putih.. hitam bukanlah abu2 paling tua begitu juga putih, bukanlah abu2 paling muda..

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Artikel Utama

Kita Membayar untuk Jadi Korban Iklan

11 Januari 2017   15:02 Diperbarui: 11 Januari 2017   17:38 593
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi/Kompasiana (Shutterstock)

Anda pasti pernah berkendara di jalan raya. Tiba-tiba di sebelah kiri jalan, ada papan iklan besar yang menampilkan gambar suatu produk dengan kata-kata yang menarik. Kita sih sebagai pengguna jalan, kadang cuek-cuek saja karena toh kita tidak mengeluarkan suatu apa pun terutama uang untuk melihat iklan tersebut. Tapi bagaimana kalau ada iklan yang Anda sebagai konsumen harus membayar untuk bisa melihat iklan? Kok bisa?

Iklan pada Website

Saya sudah lama memakai adblocker atau aplikasi pemblokir iklan di browser yang saya miliki. Jika Anda tidak menggunakannya, mungkin setelah membaca ini jadi sedikit lebih tertarik untuk menginstall salah satunya di browser yang Anda pakai. Hehe. Untuk membuktikan, coba lakukan percobaan ini. Install salah satu adblocker yang bisa ditemui sebagai plugin tambahan dalam browser Anda. Jika sudah, lalu aktifkan adblock dan coba buka salah satu website favorit Anda. Dalam contoh ini saya mencoba membuka kompasiana.com. Lalu simpan halaman tersebut di salah satu folder di komputer Anda, kemudian klik kanan file website yang disimpan tersebut dan lihat Properties berapa ukuran web yang tersimpan.

Jika sudah, ulangi lagi hal yang sama, tetapi kali ini matikan adblock yang sudah Anda install. Perhatikan berapa ukuran file website yang disimpan tanpa menyalakan adblock tersebut.

26% Kuota Kita Terpakai untuk Melihat Iklan

Percobaan tersebut saya lakukan dan menghasilkan ukuran sebesar 5,2 MB saat sebuah halaman Kompasiana dengan iklan disimpan. Sedangkan saat pemblokir iklan dinyalakan, ukuran web yang saya simpan menjadi hanya sekitar 3,8 MB seperti contoh gambar di atas. Ini berarti ada selisih sekitar 1,4 MB yang merupakan ukuran iklan yang terblokir. 1,4 MB dari 5,2 MB itu adalah sekitar 26%. JIka dilakukan perhitungan kasar, maka jika Anda memiliki kuota internet 10 GB sebesar Rp100.000,00 maka dengan penghitungan yang sama 26%-nya atau sekitar Rp26.000,00 hanya akan berakhir sebagai kuota atau uang yang harus kita keluarkan untuk melihat iklan. lebih dari 1/4 seluruh kuota kita, habis hanya untuk melihat iklan.

sumber: dokumen pribadi
sumber: dokumen pribadi
Tidak Hanya Internet

Tentu saja, iklan bukan sesuatu yang harus dimusuhi. Tanpa iklan, perusahaan tidak akan bisa menginformasikan produknya ke konsumen. Beberapa website favorit kita pun akan tutup jika tidak menampilkan iklan di halaman mereka. Tanpa sadar, ada beberapa media periklanan di mana konsumen dipaksa untuk menanggung biaya menampilkan iklan seperti beberapa di bawah ini:

Televisi (non kabel)

Konsumen bisa menikmati siaran TV secara gratis tetapi diselingi iklan dalam setiap acara. Untuk acara berdurasi 30 menit, ada iklan yang diputar kira-kira selama 5 menit perbandingan iklan dibanding konten mungkin sekitar 1:6.

TV Kabel

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun