Mohon tunggu...
Koalisi Pemuda Hijau Indonesia
Koalisi Pemuda Hijau Indonesia Mohon Tunggu... -

Mepersatukan generasi muda Indonesia untuk peduli dan tanggap demi terwujudnya lingkungan Indonesia yang lestari

Selanjutnya

Tutup

Nature

Sadar Hidup dengan 3R dan Go Green

2 Agustus 2012   01:13 Diperbarui: 25 Juni 2015   02:20 3165 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hobi. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Maraknya permasalahan ekologis akhir-akhir ini telah menjadi masalah serius bagi kelangsungan peradaban hidup manusia. Dan meski berbagai macam cara serta metode telah diberikan untuk mengatasi permasalahan lingkungan, seperti halnya melalui upaya untuk menerapkan 3R (Reduce, Reuse,Recycle), masih terjadi berbagai macam bencana yang diakibatkan oleh kelalaian manusia. Dan ide 3R hanya menjadi simbol semata dan tidak diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Mengapa? Hal ini disebabkan karena kata-kata tersebut kurang dipahami secara sempurna, melainkan hanya berupa sebagai kosakata baru yang dianggap keren.

3R dan Go Green

3R dan Go Green merupakan metode sederhana dalam upaya menyelematkan kondisi bumi yang sudah kritis. Ini seperti upaya penyembuhan yang wajib kita lakukan sebagai penghuni bumi untuk memperbaikinya. Kita dapat memanggil diri kita sebagai dokter lingkungan. Memakai kata dokter disini karena kebanyakan cita-cita anak Indonesia adalah dokter. Oleh karena itu, kita semua dapat menjadi seorang dokter yaitu dokter lingkungan.

3R merupakan singkatan dari Recycle, Reuse dan Reduce. Reduce berarti kita mengurangi pemakaian bahan-bahan yang bisa merusak alam. Reduce juga berarti mengurangi penggunaan barang-barang yang tidak dibutuhkan maupun tidak dibutuhkan. Misalnya, selama ini kita memakai tisu satu hari satu pak, mulai sekarang sudah bisa menguranginya menjadi satu hari bisa digunakan untuk dua hari. Begitu juga dengan belanja di Supermarket. Jika kita belanja barang yang sedikit misalnya hanya membeli 2 bungkus mie instan, lebih baik tidak usah meminta plastik bungkus, tetapi cukup memegangnya saja. Dengan demikian, kita telah bijak dalam memakai bahan-bahan yang dapat merusak alam

Reuse sendiri berarti pemakaian kembali barang-barang yang sudah lama tidak kita gunakan lagi. Cara terbaik adalah dengan menyumbangkan kepada fakir miskin, keluarga kurang mampu ,dan kepada saudara kita sendiri. Barang-barang itu, seperti buku, baju, tas, serta peralatan bekas lainnya yang masih bisa digunakan. Contoh lain, pada saat kita berbelanja di pasar maupun supermarket, gunakanlah kembali plastik bekas yang masih layak pakai. Kalau saja ada 1000 orang dalam sehari memiliki tingkah laku seperti di berarti kita telah menghemat 1000 kantong plastik dalam sehari. Kalau dihitung lagi sebulan bisa menjadi 3000 kantong plastik, bagaimana kalau setahun, dua tahun dan seterusnya.

Plastik berbahaya karena merupakan bahan yang sangat sulit terurai dan merupakan sumber metana penyebab pemanasan global. Belum lagi masa pengurainya cukup lama membutuhkan waktu hingga ratusan tahun lamanya. Oleh karena itu dihimbau sekali lagi untuk berhemat dalam menggunakan plastik.

Recycle adalah mendaur ulang barang. Paling mudah adalah mendaur ulang sampah organik maupun non organik di rumah, seperti menggunakan bekas botol plastik air minum atau apapun sebagai pot tanaman, sampai mendaur ulang kertas bekas untuk menjadi kertas kembali ataupun membuat barang yang memiliki harga jual tinggi. Mengolah kulit-kulit buah serta kotoran hewan untuk dijadikan pupuk.

Go Greenadalah mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mulai hidup hijau. Hijau di sini diartikan untuk tetap menjaga bumi serta pepohonan agar tetap hijau dan mengurangi tindakan merusak alam seperti Ilegal Logging, membuang sampah sembarangan pemakaian sumber energi secara berlebihan. Go Green juga bisa diartikan rangkuman dari metode 3R karena inti dari 3R itu sendiri juga untuk hidup hemat dalam memakai material dari alam.

Kontribusi Manusia Kepada Bumi

Manusia tidak bisa lepas dari penggunaan alat-alat teknologi, baik di pelosok desa maupun perkotaan. Mungkin hanya sebagian kecil masyarakat saja yang masih memegang teguh adat budaya yang masih hidup primitif tanpa teknologi. Manusia sebagai pengonsumsi teknologi dibuktikan dengan penggunaan sepeda motor, lampu listrik d rumah, computer, AC pada perkantoran dalam keseharian mereka. Mereka dituntut untuk menggunakan teknologi untuk melanjutkan hidupnya seperti bekerja, sekolah, istirahat, dan lain sebagainya.

Namun patut diketahui penggunaan alat teknologi di zaman sekarang harus mulai diberikan batasan. Efek yang ditimbulkan dari teknologi itu sendiri selain memberi efek baik juga member efek yang buruk. Efek baik yang diberikan misalnya segala pekerjaan kita bisa menjadi lebih cepat lebih berseni dan lain sebagainya. Akan tetapi dampak buruknya dapat meningkatkan suhu bumi secara Global atau sering dikenal sekarang dengan sebutan Global warming. Salah satunya saja Melalui pemakaian AC berlebihan yang mengeluarkan zat CFC(chloro fluoro carbon) yang dapat membuat lapisan ozon menipis. Ketika lapisan ozon menipis terjadilah peningkatan suhu pada permukaan bumi yang dikenal dengan Global Warming. Oleh karena itu kita harus mulai member kontribusi kepada bumi. Mulailah bijak dalam penggunaan barang teknologi. Jangan asal digunakan untuk hal-hal yang tidak diperlukan semata dan mengahambur-hamburkan energ yang terbatas ini untuk foya-foya. Gunakanlah prinsip sederhana seperti 3R dan Go Green untuk member kontribusi baik kepada bumi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan