Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Editor - Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Artikel Utama

Bagaimana Menyikapi Omnibus Law Cipta Kerja hingga Bawa Hoki?

11 Oktober 2020   04:26 Diperbarui: 11 Oktober 2020   18:41 1732
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Suasana bentrok antara Pelajar dan Polisi di Kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2020). (Foto: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Menurutnya dengan adanya UU Omnibus Law Cipta Kerja mengingatkannya pada penelitian yang pernah ia lakukan tentang kehidupan kuli kontrak di Bangka dan pesisir timur Sumatra pada abad ke-19 dan 20.

"UU Omnibus kali ini bukan saja mengandung semangat ordonansi kuli kolonial, melainkan justru seluruh semangat liberalisasi ekonomi tanah jajahan yang dimulai secara penuh di Hindia Belanda pada tahun 1870," tulisnya.

Secara sederhana, lanjutnya, kegagalan peningkatan taraf hidup rakyat melalui liberalisasi ekonomi Hindia Belanda --yang ingin diulang oleh kita melalui UU Omnibus-- dapat dilihat dari kritik golongan etis pada pergantian abad ke-19 menuju 20. (Baca selengkapnya)

3. Peran Orangtua dan Literasi Dasar yang Harus Dikuasai Anak di Abad 21

Barangkali hal tersulit yang dialami banyak orangtau kali ini adalah bagaimana mesti menyiapkan bahan bacaan hingga mengajari literasi dasar yang mesti anak-anaknya kuasai.

Anak-anak generasi abad 21, sepengamatan Kompasianer Jose Hasibuan itu terlahir dari para orangtua milenial yang mulai melek teknologi di usia remaja akhir atau malah di usia dewasa.

Namun, ada yang keunggulan sekaligus karakteristik para orangtua ketika membimbing anaknya, yakni anak-anak dapat dibimbing dengan sedemikian rupa, maka bukan tidak mungkin kita akan menuai generasi unggul yang akan banyak berbicara dan berbuat dalam masa 20 tahun ke depan.

Akan tetapi untuk menunjang itu literasi apakah yang harus anak miliki dan bagaimana  memfasilitasinya? (Baca selengkapnya) 

4. Mengenal Empat Kategori Jam Biologis

Dokter Jefry Albari mengingatkan bahwa di antara kita ada tipikal orang yang aktif saat malam hari, namun saat pagi hari terasa lemas dan mengantuk, kan?

Tetapi ada juga yang mengalami sebaliknya, angun saat pagi hari dan langsung bersemangat, sementara saat malam harinya cenderung mudah tertidur.

Ini bisa saja karena jam aktif setiap orang memang berbeda-beda. Klasifikasi jam biologis, tulisnya, setiap orang yang unik ini disebut juga dengan chronotype.

"Pada dasarnya chronotype dibagi menjadi 4 kategori, yakni singa, beruang, lumba-lumba, dan serigala. Setiap kategori memiliki keunikan dan kelebihannya masing-masing," ungkap Dokter Jefry Albari melanjutkan. (Baca selengkapnya)

5. Feng Shui yang Bikin Hoki, Belajar dari Pengalaman Pribadi Merombak Rumah

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun