Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Lanjutkan Pilkada 2020 Apapun Kondisinya, Bagaimana dengan RUU HIP?

25 Juni 2020   04:50 Diperbarui: 25 Juni 2020   04:50 517 7 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Lanjutkan Pilkada 2020 Apapun Kondisinya, Bagaimana dengan RUU HIP?
Ilustrasi Pancasila (Sumber: KOMPAS/HANDINING)

Pilkada Serentak 2020 yang sedianya dilaksanakan pada 23 September mendatang memang harus terganggu lantaran pandemi. Pro-kontra mencuat, apakah harus menunggu kondisi normal atau tetap jalan tahun ini.

Pemerintah pun memutuskan untuk memundurkan waktu pencoblosan menjadi 9 Desember 2020. Kompasianer Varhan Abdul Aziz dalam artikelnya menilai opsi tersebut adalah yang paling tepat dibanding harus menunggu hingga tahun depan.

Topik politik lain yang tak kalah populer adalah soal Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Bahkan Rabu (24/06) siang sejumlah masyarakat melakukan demo penolakan di depan Gedung DPR/MPR RI.

Termasuk topik-topik di atas, berikut 5 artikel terpopuler di Kompasiana:

Bagaimanapun Kondisinya, Pilkada 2020 Harus Dilanjutkan

Presiden Joko Widodo resmi melantik 9 gubernur dan wakil gubernur hasil pilkada serentak 2018 di Istana Negara, Jakarta. (Sumber: Kompas.com/Ihsanuddin)
Presiden Joko Widodo resmi melantik 9 gubernur dan wakil gubernur hasil pilkada serentak 2018 di Istana Negara, Jakarta. (Sumber: Kompas.com/Ihsanuddin)
Banyak masalah yang akan timbul jika Pilkada harus diundur hingga tahun depan. Sampai saat ini saja bahkan WHO tidak tahu kapan pandemi akan berakhir. Setidaknya ada 3 poin mengapa 9 Desember adalah waktu dan opsi yang paling tepat. (Baca selengkapnya)

Apakah Rancangan UU Haluan Ideologi Pancasila Harus Ditolak?

Ilustrasi Pancasila (Sumber: Kompas.com/Shutterstock)
Ilustrasi Pancasila (Sumber: Kompas.com/Shutterstock)
Dalam sebuah diskusi webinar yang digagas Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada, terdapat poin menarik. Perhatian rakyat yang terjadi sejauh ini alangkah bijak jika dilakukan demi kebaikan substansinya, bukan ada niat menang-menangan kelompok tertentu. (Baca selengkapnya)

Misteri Bidang Tanah Berbentuk Kuda

Dari Google Earth terlihat ada bidang tanah yang berbentuk kuda (Dok. Fadly Bahari)
Dari Google Earth terlihat ada bidang tanah yang berbentuk kuda (Dok. Fadly Bahari)
Bidang tanah berbentuk kuda di tepi Sungai Ussu, Luwu Timur, Sulsel ini cukup luas. Jika diukur menggunakan Google Earth, dari ujung kepala sampai ujung pantat kuda berjarak 1,6 km. Dari punggung hingga ujung kaki mencapai hampir 1 km. Apa misteri di baliknya? (Baca selengkapnya)

3 Tips Menjadi Atasan yang Kompeten

Ilustrasi atasan di kantor (Sumber: www.lhcpafirm.com)
Ilustrasi atasan di kantor (Sumber: www.lhcpafirm.com)
Ada kredibilitas yang harus dibangun untuk menjadi seorang atasan atau pemimpin, selain tentunya karakter dan performa. Ia harus bisa memengaruhi dan membuat orang lain percaya pada kemampuannya mengambil keputusan serta menyelesaikan masalah. (Baca selengkapnya)

ATM dan Biliknya, dari Transaksi Online Beralih ke Transaksi Sosial

Ilustrasi ATM (Sumber: Kompas/Priyombodo)
Ilustrasi ATM (Sumber: Kompas/Priyombodo)
Pernahkah Anda memperhatikan fenomena dan aktivitas sosial masyarakat di bilik ATM? Ternyata tak hanya transaksi online, tapi juga transaksi sosial dan interaksi terlihat dan terjadi secara nyata. Ada cukup banyak aktivitas sosial di sana, termasuk tindak kriminal. (Baca selengkapnya)

VIDEO PILIHAN