Kompasiana News
Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Media Artikel Utama

Mengenai Asal-usul Foto Paspampres Ganteng yang Viral hingga Sertifikasi untuk Para Penulis

14 November 2017   18:40 Diperbarui: 15 November 2017   00:05 1380 3 1
Mengenai Asal-usul  Foto Paspampres Ganteng yang Viral hingga Sertifikasi untuk Para Penulis
foto anggota paspampres yg menjadi viral (koleksi instagram rembulanlintang)

Belum habis cerita mengenai pernikahan Kahiyang-Bobby pada 8 September 2017 kemarin. Salah satunya adalah tersebarnya foto seorang Paspampres Jokowi di media sosial. Sudah diketahui saat ini siapakah penyebar foto pertama tersebut, yakni salah satu akun instagram yang bernama Rembulan Bintang.

Selain artikel mengenai asal-usul foto Paspamres ganteng ini, terdapat artikel lain mengenai sertifikasi penulis agar sesuai standar, teater perempuan-perempuan Chairil, mengenal pola marah seorang bos, dan keberadaan pasar "kaget" yang membunuh mal. Berikut ulasan dari lima headline pilihan Kompasiana hari ini.

1. Cerita Asal-usul Foto Paspampres Ganteng yang Menjadi Viral

Foto seorang anggota Paspampres menjadi viral di jagat dunia maya. Netizen pun terutama kaum hawa tak luput menyebarkan foto-fotonya yang disertai dengan pujian "ganteng".

Dalam foto tersebut, anggota Paspampres untuk keluarga Jokowi ini terlihat berpostur tinggi memakai pakaian adat Jawa berupa blangkon, beskap hitam, dan kain jarik jawa batik yang merupakan seragam pernikahan Kahiyang-Bobby. Paspampres itu ternyata bernama @daniel_darryan12.

Di portal berita manapun nampaknya tidak ada yang menulis asal-usul foto tersebut dan dari mana sumber aslinya. Hingga nama Rembulan Bintang pun disebut sebagai pemilik hak cipta atas foto tersebut.

Selengkapnya

2. Siapkah Kalian Disertifikasi Wahai Penulis Buku?

Penulis (paling kanan) bersama Tim Penyusunan Peta Okupasi Bidang Penerbitan (Sumber: Kemenkominfo)
Penulis (paling kanan) bersama Tim Penyusunan Peta Okupasi Bidang Penerbitan (Sumber: Kemenkominfo)
Tahun 2017 ini merupakan tonggak sejarah bagi dunia perbukuan di Indonesia. Akhirnya Pemerintah dan DPR telah mengesahkan UU No. 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan.

Di dalamnya diakui 10 pelaku perbukuan, yaitu penulis, penerjemah, penyadur, editor, ilustrator, desainer, penerbit, pencetak, toko buku, dan pengembang buku elektronik. Tetapi, tidak semua pelaku perbukuan dapat digolongkan sebagai profesi perbukuan.

Pasti akan ada pro kontra mengenai ini. Standardisasi memerlukan suatu kerelaan bagi pelaku yang sedang menjalani suatu profesi tertentu. Tetapi tidak semua pelaku rela dengan standardisasi karena ini menjadi pilihan bagi setiap orang apakah ia memerlukan pengakuan secara nasional atau resmi atau tidak.

Selengkapnya

3. Teater Perempuan-perempuan Chairil: Cinta adalah Bahaya yang Lekas Jadi Pudar

Sumber: Indosport.com
Sumber: Indosport.com
Siapa yang tak kenal dengan Chairil Anwar (diperankan oleh Reza Rahadian), seorang penyair bohemian yang dijuluki Binatang Jalang.

Menurut Chairil, perempuan adalah inspirasi. Namun, sayangnya, kisah cintanya selalu berakhir dengan menyedihkan. Diketahui Chairil sempat dekat dengan cukup banyak wanita di kala hidupnya.

Dalam "Perempuan-Perempuan Chairil" ini, ditampilkan empat orang wanita yang berperan banyak dalam puisi yang dibuat Chairil. Mereka adalah Ida Nasution yang diperankan oleh Marsha Timothy, Sri Ajati yang diperankan oleh Chelsea Islan, Sumirat yang diperankan oleh Tara Basro, dan Hapsah Wiriaredja yang diperankan oleh Sita Nursanti.

Selengkapnya

4. Mengenal Pola Marah Seorang Bos

Ilustrasi. Cheatsheet.com
Ilustrasi. Cheatsheet.com
Dalam bekerja di kantor, memang ada saja suka duka atas perlakuan atasan. Menjadi bos besar dalam birokrasi di kantor tentu bukan hal yang mudah.

Kehidupan berkantorpun tidak akan mungkin lepas dari kemarahan sang bos. Kita harus mempersiapkan diri untuk tahan banting dan super sabar jika dimarahi bos, sembari mencari tahu bagaimana trik-trik agar tidak terkena marah lagi di kemudian hari.

Selengkapnya

5. Mungkinkah "Pasar Kaget" Jadi Salah Satu Pembunuh Mal?

Pasar Kaget jalan Juanda Depok (Dokpri)
Pasar Kaget jalan Juanda Depok (Dokpri)
Di depok terdapat tiga lokasi pasar kaget yang digelar setiap hari Minggu pagi sampai menjelang siang. Pasar ini berlokasi di jalan Juanda, Kota Kembang, dan jalan Merdeka.

Pada setiap akhir pekan di tiga lokasi tersebut, selalu dipenuhi orang. Barang-barang yang dijual di sana cukup lengkap. Dari pakaian hingga aneka makanan.

Namun, mirisnya salah satu mal terbesar di Depok ternyata sangat sepi dari pengunjung. Kondisi ini sangat kontras jika dibandingkan dengan situasi pasar "kaget" tadi. Apakah pasar "kaget" bisa membunuh keberadaan mal?

Selengkapnya

(FIA)