Mohon tunggu...
Kompasiana
Kompasiana Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Akun Resmi

Akun resmi untuk informasi, pengumuman, dan segala hal terkait Kompasiana. Email: kompasiana@kompasiana.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Bantu Saudara Kita Atasi Kecemasan Berlebih Selama Masa Krisis

7 Juli 2021   22:15 Diperbarui: 8 Juli 2021   05:21 313 18 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bantu Saudara Kita Atasi Kecemasan Berlebih Selama Masa Krisis
Atasi kecemasan berlebih. Sumber ilustrasi: Canva | Andrea Piacquadio

Kompasianer, apakah belakangan ini Anda kerap menerima kabar duka? Mungkin ada keluarga, teman, atau rekan kerja yang menderita penyakit dan meninggal dunia?

Terutama pada periode pandemi, kabar-kabar semacam ini terus berdatangan. Pula disertai dengan angka-angka/statistik jumlah kematian, info keterbatasan kuota RS, dan lain sebagainya.

Memang, info tersebut diperlukan untuk membuat kita meningkatkan kewaspadaan. Karena ada dasarnya manusia membutuhkan pemicu untuk mengirim sinyal bahaya yang kemudian mengaktifkan naluri memproteksi diri dan bertahan hidup.

Selain memicu sinyal waspada, rasa kemanusiaan kita juga akan tersentuh. Merasakan sedih, berempati, dan prihatin. Dengan demikian, kita jadi lebih taat protkes, rajin berdonasi, dan lain-lain.

Akan tetapi, tak dipungkiri bahwa kabar-kabar duka juga memengaruhi kesehatan mental kita. Menjadi ekstra cemas, takut berlebihan, sedih terus-menerus, hingga mungkin sulit tidur, dan mengganggu keseharian kita.

Kompasianer, yuk kita bantu teman-teman yang mungkin sedang kesulitan mengelola kesehatan mentalnya. Untuk keluarga pasien, nakes, para pekerja lapangan, orang yang terus WFH, mereka yang di-PHK, dan siapapun.

Anda boleh sharing tentang kesulitan yang Anda hadapi supaya lebih lega. Anda juga boleh membagikan kiat cara mengelola kecemasan atau berdamai dengan duka yang dihadapi.

Bagikan cerita, pengalaman dan kiat dengan mencantumkan label Mengatasi Kecemasan (dengan spasi) pada setiap konten yang Anda buat. Silakan masukkan ke dalam kategori apapun yang sesuai dengan kisah Anda.

Dok. Kompasiana
Dok. Kompasiana

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x