Mohon tunggu...
Acek Rudy
Acek Rudy Mohon Tunggu... Konsultan - Palu Gada

Entrepreneur, Certified Public Speaker, Blogger, Author, Numerologist. Mua-muanya Dah.

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop Pilihan

Apakah Rakyat Taiwan Benar Ingin Merdeka dari China?

6 Agustus 2022   07:06 Diperbarui: 6 Agustus 2022   07:16 462 45 16
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Apakah Rakyat Taiwan Benar-Benar Ingin Merdeka dari China? (gambar: freepik.com)

Di sebuah gedung pabrik yang lama terbengkalai, sekitar 30 anak muda mempelajari keterampilan dasar menggunakan senjata api. Senjata rakitan itu tidak sekuat model militer, tapi cukup untuk membunuh manusia dari jarak tertentu.

Mereka bukanlah kriminal yang ingin merampok bank. Tapi sejumlah anak muda dengan rasa nasionalisme tinggi. Mereka mempersiapkan diri untuk mempertahankan negaranya dari serangan asing. Mencontohi semangat anak-anak muda Ukraina yang berjuang melawan invasi Rusia.

Anak-anak muda itu adalah orang Taiwan. Dan kegiatan pelatihan itu dipimpin oleh Max Chiang, seorang pengusaha pelatihan bela diri. Menurutnya, sejak kunjungan Pelosi ke negaranya, jumlah peserta pelatihan ini melonjak hingga 50%.

Para anak muda tersebut paham jika lawannya nanti memiliki kekuatan militer yang dahsyat. Oleh sebab itu mereka sadar jika pelatihan perang adalah hal yang esensial.

Lisa Hsueh seorang ibu rumah tangga berkata, "kami hanya ingin mempertahan kebebasan kami, China adalah negara tanpa demokrasi."

Apakah kekhwatiran ini patut diantisipasi?

Sejatinya sejak 1949, Taiwan (ROC) dan China (RRC) telah bersiteru. China memberi cap "anak nakal" kepada Taiwan. Provinsi yang makar yang pada waktunya akan kembali ke pangkuan pertiwi.

Sementara Taiwan menganggap mereka adalah sebuah negara berdaulat. Memiliki sistem pemerintahan tersendiri, Angkatan Bersenjata sendiri, dan pemimpin yang dipilih oleh rakyatnya.

ROC adalah negara yang dulunya berkuasa sebelum RRC ada. Didominasi oleh Partai Nasionalis China (KMT), mereka adalah pemenang perang yang menggulingkan Dinasti Qing.

Sayangnya perang saudara terjadi. Di bawah Chiang Kai Shek, pemimpin ROC pada masanya, perang melawan Partai Komunis China (CCP) tidak terelakkan. Mao Dze Tong yang memimpin CCP akhirnya muncul sebagai pemenang. China pun berubah nama menjadi RRC.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan