Mohon tunggu...
Rudy Gunawan
Rudy Gunawan Mohon Tunggu... Numerolog

Pemegang Rekor MURI sebagai NUMEROLOG PERTAMA di INDONESIA. Member of IPSA (Indonesian Professional Speakers Association). Enterpreneur, Speaker, Author, Numerologist.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Numerologi, Mengapa 86 Artinya Siap Komandan, dan 69 Selalu Bikin Cengengesan?

15 November 2020   17:49 Diperbarui: 15 November 2020   19:07 867 39 21 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Numerologi, Mengapa 86 Artinya Siap Komandan, dan 69 Selalu Bikin Cengengesan?
Ilustrasi Numerologi 69 (sumber: angelnumber.org)

86 artinya "Siap Komandan", 81 artinya "orang gila", versi buku togel (sumber dari Kompasianer Zaldy Chan)," 69? Mari kita tanyakan kepada satu-satunya sumber terpercaya (Kompasianer Indra Rahardian).

Sekilas ini adalah perbincangan singkat di grup whatsapp KPB mengenai pemahaman dari angka-angka.

Ada yang menarik, mengapa fenomena angka cantik selalu diisi dengan pemahaman ala cocokologi? Tidak hanya itu, seiring waktu berjalan, angka tersebut telah berubah semacam "bahasa resmi" dalam percakapan sehari-hari.

Angka adalah simbol kuantitas, tidak bermakna jika tidak memiliki satuan atau numerator pendamping. Sebuah deret angka yang acak dan mentah, seperti 743596281 tentu berbeda dengan angka 123456789. Padahal kedua deret angka tersebut sama-sama memiliki angka lengkap 1 hingga 9.

Pun halnya dengan angka cantik lainnya, seperti 212, 666, 911, dan lain sebagainya. Selalu memiliki arti sendiri dalam benak manusia.

Dalam psikologi, efek ini disebut dengan Apohenia, alias kecenderungan untuk selalu mencari arti di balik data yang acak, dan membuat hubungan terhadap sesuatu yang tidak berhubungan.

Lebih lanjut, efek ini kemudian menimbulkan sebuah fenomena psikologi yang bernama Paraiedolia, yang melihat / mengartikan stimulus acak (biasanya gambar atau suara) sebagai sesuatu hal yang dianggap penting. 

Cobalah lihat awan putih di tengah langit biru. Apa yang kamu lihat? Gajah? Mobil? Atau jangan-jangan si dia yang telah merebut hatimu?

Pun halnya dengan fenomena yang biasa dijumpai pada benda-benda tertentu. Batu akik dengan lafadz "Allah" berharga hingga 8 milliar rupiah. Noda lembab di tembok yang menyerupai wajah "Yesus" menghebohkan masyarakat kota Kupang 20 tahun yang lalu. Pola acak berbentuk Dewi Kwan-Im di punguk penyu, menjadi viral di Taiwan.

Masih ingat fenomena suara di langit yang menyerupai bunyi terompet di berbagai belahan dunia? Sementara para peneliti tidak menemukan jawaban terhadap kejadian alam tersebut, masyarakat langsung memiliki jawaban, "dunia sudah mau kiamat."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x