Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud Pilihan

Rasis yang Bersarang Dalam Diri

25 Januari 2021   11:23 Diperbarui: 25 Januari 2021   13:44 220 33
Ada banyak hal dalam diri manusia. Ada tikus dan burung dalam diri manusia. Burung membawa sangkarnya ke atas. Sementara tikus membawa kandangnya ke bawah.

Ada ratusan ribu jenis binatang dalam diri manusia. Kecuali jika mereka berkumpul dalam satu momen, saat tikus meninggalkan tabiat tikusnya dan burung menanggalkan tabiat burungnya.

Mereka akan menjadi satu. Sebab, yang menjadi tujuan bukanlah atas atau bawah. Saat tujuan tampak, maka tak ada lagi atas dan bawah.

Jika demikian bagaimana istilah rasis dalam diri masih ada?

Ibarat kehilangan sesuatu, berada di tempat yang asing. Ia tengok kanan-kiri dan depan belakang mencarinya. Orang yang pertama kali ingin ia temukan adalah yang sejenis dengannya.

Dengan begitu ia merasa tenang. Mengerti bahasanya, paham karakter yang melekat dalam budaya, dan seterusnya.

Setelah berhasil menemukannya, ia tak lagi tengak-tengok mencari-cari di segala arah: atas-bawah, kanan-kiri, depan-belakang. Ia menjadi tenang dan teguh hatinya.

Pasti ada sesuatu yang hilang ketika kesamaan menjadi hal paling pokok. Dari sinilah nilai perbedaan menjadi jurang terdalam. Apalagi jika perbedaan itu saling merendahkan. Menganggap bahwa hanya yang sama dengannya adalah terbaik.

Seperti sepuluh orang yang berkumpul dalam satu pandangan, satu lisan, satu pendengaran, dan satu pemahaman. Mereka membicarakan hal yang sama, mempunyai perhatian yang sama, dan terlibat dalam minat yang sama, karena tujuan mereka sama.

Begitu datang orang ke sebelas, berbeda sama sekali dengannya. Akibat jurang yang dalam telah berurat berakar dalam dada dan kepalanya satu orang ini dianggap musuh, dianggap akan mengacaukan segalanya.

Seseorang bisa menjadi rasis karena dipengaruhi oleh pola pembentukan karakter sejak ia lahir, norma sosial di masyarakat dan sistem politik, ekonomi dan budaya sebuah negara yang cenderung rasis. Namun demikian, negara memiliki pengaruh besar untuk melanggengkan atau sebaliknya menghapus rasisme

Akibatnya sangat fatal. Trauma rasial dapat diakibatkan oleh pengalaman utama rasisme seperti diskriminasi di tempat kerja atau kejahatan rasial, atau bisa juga merupakan hasil dari akumulasi banyak kejadian kecil, seperti diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari dan agresi mikro.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun