Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi

Kau

20 April 2021   01:13 Diperbarui: 20 April 2021   01:20 32 4



Kau yang begitu lembut, berbisik, melalui embun pagi di atas dedaunan, bersabda dalam awan-awan berarak dan tetes hujan. Menyirami tiap erang jiwa-jiwa yang gersang
Menyejukkan tiap kalbu yang digelayuti gundah
Menghapus tiap resah-gelisah

Kau, menjelma dalam perwujudan tangan-tangan penuh kudis peminta-minta di pasar, dalam tangis seekor kucing kurap yang lapar
Menyayat-nyayat s'gala birahi
Merobek-robek tiap nafsu indrawi

Kau yang akbar, bersinggasana dalam gunung-gunung tinggi, sawah ladang yang menghampar, sungai panjang yang mengular, samudera dan angkasa yang luas, pada gugusan bintang-bintang, pada setiap suara petir menggelegar, melempar gentar pada manusia-manusia yang merasa punya kuasa besar

Kau dapat membunuh matahari, bangkitkan rembulan, silih-berganti, Kau cabut satu nyawa, lahirkan nyawa baru, segala dalam genggaman tangan-Mu

Kau selalu menyeru, melalui getar alu yang bertalu-talu pada lumpang dalam dadaku
Menumbuk-numbuk s'gala pongah dan gagah
Meremukkan s'gala aku yang semu

April 2021

KEMBALI KE ARTIKEL