Mohon tunggu...
KOMENTAR
Cerpen

Jumpa Aku

1 September 2019   07:15 Diperbarui: 1 September 2019   07:31 19 2

Trotoar di jalan itu sempit, namun lampu-lampu jalan yang ada cukup untuk mengiringi langkah kakiku. Langkah kaki yang semakin jauh berjalan semakin terasa berat. Terlebih lagi ujung-ujung jari kaki sudah keluar dari bagian sepatuku yang menganga. Sepatu yang masih setia menopang tubuh rapuhku.

Jalan yang aku lalui memang sepi. Tidak ada pedagang kaki lima. Toko-toko juga sudah tutup. Pejalan kaki dan pengendara motor juga tidak terlihat satupun. Di sisi jalan hanya ada koran bekas melambai-lambai tertiup angin. Hanya ada kantong plastik hitam yang seakan menari-nari tanpa iringan musik.

Aku tidak kuat lagi berjalan. Langkahku terhenti dan kutatap sekeliling. Bangku di depan emperan toko itu seolah-olah menyapaku, "Ayo mampir, duduklah sebentar di sini."

KEMBALI KE ARTIKEL