Mohon tunggu...
KKN DR KELOMPOK 89
KKN DR KELOMPOK 89 Mohon Tunggu... Dpl : Rakhmat Kurniawan, S.T, M.Kom

Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Hebat

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Sejarah Munculnya Covid-19 serta Dampaknya Pada Dunia Islam

11 Agustus 2020   14:48 Diperbarui: 11 Agustus 2020   15:16 35 0 0 Mohon Tunggu...

Corona virus sebenarnya sudah diidentifikasikan pada pertengahan tahun 1960 yang di temukan salah satu wanita bernama June Almeida, Namun virus corona saat itu secara umunya hanya mengalami demam biasa serta flu, tetapi semakin hari berubah mulai menjadi infeksi dan menyerang di bagian pernapasan dan mengakibatkan kematian setelah  zoonotic virus corona menyebar ke manusia pertamakali pada Februari 2003 yang dibawa dari hewan yang dikabarkan hewan kalilawar hingga menyebarkan ke binatang lainya  dan menyebabkan penyakit SARS ( severe acute repiratory syndrome) yang telah menyebar melalui kucing . virus ini diketahui masuk ketubuh manusia dikarenakan manusia yang semakin hari suka mengasumsi protein dari hewan dan menjadi peluang bagi virus dan merebaknya SARS sebagai pandemi telah di susul kembali dengan virus H7N7 dan H5N1 yang telah dikenal sebagai flu burung pada maret 2003.


Ternyata bukan virus SARS saja yang ada di 2003 tetapi sekitar 2012 di bagian Timur Tengah telah dikejutkan adanya virus  MERS --CoV yang telah dikabarkan dari hasil tes laboraturium tidak menunjukan gejala dalam artian virus tersebut tidak memiliki gejala  klinis, tetapi mereka tetap positif terserang terinfeksi MERS-CoV setelah hasil laboraturium menyatakannya, dari gejala virus MERS ini manusia hanya merasakan demam,batuk,dan sesak napas, tetapi dari ketiga gejala tersebut mereka tidak selalu merasakanya, meskipun virus MERS-CoV telah menjadikan sebagian kasus besar manusia dari infeksi manusia ke manusia lainya tersebar menunjukan bahwa hewan dari unta adalah dalang dari virus utama untuk MERS-CoV dan sumber hewan dari terinfeksi MERS pada manusia, namun peran hewan unta belum diketahui asal muasal virus MERS ini sepenuhnya diketahui tetapi,menurut para ahli mereka bersepakat dan yakin bahwa itu berasal dari kelelawar serta unta di masa itu.


Setelah mulai merebaknya wabah virus corona pertama kalinya di mulai muncul serta menyebar  ke manusiadi tahun 2019 yang dapat di ketahui asalnya dari Negara China di bagian kota Wuhan  sampai dengan detik ini telah menimbulkan sejarah yang baru didalam dunia kesehatan serta mengigatkan kepada manusia tingkatan  penularan yang diakibatkan dari sindrom pernapasan akut Covid-19, penyakit ini pertamakali sekitar bulan desember, sejak dari menyebarkan virus secara global, telah mengakibatkan pandemi berlangsung. Gejala dari Covid-19 itu dimulai demam, batuk,susahnya bernapas dan di iringi lagi dengan gejala lain yang juga termasuk nyeri tulang,produksi dahak, diare, sakit tenggorokan, serta kehilangan indra penciuman serta melunjaknya kematian yang cukup tinggi di berbagai dunia, SARS telah memiliki case fatality rate sebesar 11% dan MERS sekitar 34,4% dan covid-19 hanya memiliki tingkat sekitar 3,4%, wabah virus covid ini tidak lebih mematikan SARS dan MERS ditinjau dari tingkatanya,penyerangan COVID 19 membunuh banyak korban 3 maret 2020, sebagai perbandingan SARS di akhir penyebaranya hanya menyangkut 8,098 orang dengan 774 orang yang tewas, MERS menyangkut 2949 orang dengan 858 orang yang tewas akibat virus COVID-19 pada 25 maret 2020, sedangkan  virus telah memakan korban 425.493 orang dengan 18,963 yang meninggal Desember 2003.


Dampak yang terjadi akibat Covid-19 dalam kacamata sejarah islam masih mengundang perdebatan kontraversial baik dikalangan ulama, maupun masyarakat serta media sosial dan terus cendrung dikait-kaitkan satu sama yang lainya, tetapi jika kita tarik kembali kemasa lalu kasus seperti virus covid ini memang sangat mirip seperti wabah yang pernah melanda kaum muslimin di masa lalu.  Bahkan akibat covid yang menyerang seluruh dunia masjidil haram di mekkah pun yang biasanya di penuhi oleh ribuan jamaah haji maupun umroh tidak bisa melakukanya karena alasan di tutup oleh pemerintah Arab Saudi , jumlah itu sangat turun drastis, sampai jamaah haji tahun ini tidak bisa melakukan ibadah haji seperti tahun yang lalu-lalunya, bukan hanya itu saja dampak yang terjadi akibat virus ini bahkan di Indonesia sendiri di berhentikanya sholat Jum'at agar tidak terjadinya maraknya penyebaran sekitaran masjid bahkan pemerintah juga menghibau masyarakat Indonesia hanya melakukan sholat di rumah saja.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x