Mohon tunggu...
David Abdullah
David Abdullah Mohon Tunggu... Lainnya - —

Best in Opinion Kompasiana Awards 2021 | Kata, data, fakta

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Artikel Utama

Space Race, Ajang Penaklukkan Ruang Angkasa bagi Para Miliarder

25 Juli 2021   10:51 Diperbarui: 23 April 2022   14:46 1383
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kru penerbangan Richard Branson.| BBC.com

Musk acapkali berbicara soal impiannya untuk membangun sebuah kota di Mars. Pendiri Tesla itu meyakini, permukiman di planet lain akan memerlukan banyak manusia agar bisa berdiri secara mandiri.

Demi mewujudkannya, akan diperlukan armada yang sangat mumpuni. Starship adalah kombinasi dari roket dan pesawat antariksa yang diklaim bisa mengangkut lebih dari 100 orang sekaligus ke Planet Merah.

SpaceX juga telah mengumumkan akan meluncurkan misi sipil pada akhir tahun, bersama penumpang yang benar-benar dapat mengorbit di sekitar Bumi sampai empat hari memakai pesawat antariksa bernama Crew Dragon.

Empat kursi kru dalam penerbangan itu telah diborong pendiri Shift4 Payments, Jared Isaacman. Namun, Musk sendiri tidak mengatakan apakah dirinya turut terbang dalam misi tersebut.

Richard Branson, Elon Musk, dan Jeff Bezos. | Businessinsider.com
Richard Branson, Elon Musk, dan Jeff Bezos. | Businessinsider.com

Meski Musk, Bezos, dan Branson sering menghiasi pemberitaan media, seorang miliarder lain bernama Peter Diamandis, mengambil langkah yang cukup radikal dengan membuka ruang bagi korporasi swasta pada akhir 1990-an.

Pendiri Planetary Resources itu membuat sebuah kompetisi bertajuk "X Prize" pada tahun 2004 silam, yang diharapkan dapat memacu tumbuhnya industri perjalanan luar angkasa swasta.

X Prize menantang tim di seluruh dunia untuk membuat pesawat antariksa yang mampu mengangkut manusia ke ruang angkasa. Dan, tim pertama yang sukses menerbangkan serta melakukannya dua kali dalam waktu singkat berhak meraih hadiah senilai USD 10 juta (setara Rp91,7 miliar).

Perlombaan itu akhirnya dimenangkan oleh perusahaan Scaled Composites yang merancang pesawat antariksa komersial bertajuk SpaceShipOne.

Rentetan misi penerbangan sukses oleh para miliardar itu membuktikan bahwa menjelajah ruang angkasa bukan hanya bisa dilakukan oleh astronot profesional. Orang awam tanpa adanya pembekalan layaknya astronot sekalipun tetap dapat plesiran ke luar angkasa. Tentu, hanya segelintir manusia saja yang memiliki kemampuan dalam menebus tiketnya.

Untuk merasakan sebuah pengalaman melayang tanpa gravitasi dengan VSS Unity, Branson mematok tarif USD250 ribu (Rp3,6 miliar) dengan durasi satu jam. Kabarnya sudah ada lebih dari 600 orang di seluruh dunia telah mendaftar, termasuk di antaranya Lady Gaga serta Justin Bieber.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun