Mohon tunggu...
Edukasi

Cara Belajar Praktis Orang Dewasa

28 Februari 2019   16:14 Diperbarui: 28 Februari 2019   16:34 0 0 0 Mohon Tunggu...

I.             PENDAHULUAN

Masa dewasa adalah masa paling menentukan dalam tahapan kehidupan manusia. Dalam masa ini orang dewasa akan melewati masa-masa sulit memilih pasangan hidup, meniti karir dalam pekerjaan, berkeluarga, membesarkan anak sampai menghadapi pensiun dan hari tua. Karena itu masa ini membutuhkan lebih banyak  perhatian, pendampingan, bimbingan, penguatan dan penghiburan. Orang dewasa hendaknya mampu menyelesaikan masalahnya sendiri, dan masalah yang dihadapi orang-orang yang dekat dengan mereka.

Setiap orang dewasa ingin menjadi manusia yang mandiri, mampu membuat perencanaan yang matang, bijak dalam mengelola keuangan, cerdas memanfaatkan waktu, bekerja keras mengembangkan kemampuan untuk menjawab berbagai tantangan, membangun kepribadian ideal, menerapkan konsep pekerja cerdas, menemukan passion diri sendiri masih banyak lagi. Dengan demikian orang dewasa harus mampu memaksimalkan potensinya sampai menjadi pribadi yang berkualitas. Ini semua dapat dicapai orang dewasa apabila ada gairah yang kuat untuk "BELAJAR".

II.            DEFENISI BELAJAR

Pengertian belajar adalah suatu proses atau upaya yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan perubahan sikap dan tingkah laku, baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai positif sebagai suatu pengalaman dari berbagai materi yang sudah dipelajari.

Definisi belajar dapat juga diartikan sebagai segala bentuk aktivitas yang dilakukan seseorang sehingga tingkah lakunya ada perbedaan antara sebelum dan sesudah orang itu belajar. Jadi belajar dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan kepribadian seseorang dimana perubahaan tersebut dalam bentuk peningkatan kualitas perilaku, seperti peningkatan pengetahuan, keterampilan, daya pikir, pemahaman, sikap, dan berbagai kemampuan lainnya.

 Andragogi adalah proses untuk melibatkan peserta didik dewasa ke dalam suatu struktur pengalaman belajar. Istilah ini awalnya digunakan oleh Alexander Kapp, seorang pendidik dari Jerman, pada tahun 1833, dan kemudian dikembangkan menjadi teori pendidikan orang dewasa oleh pendidik Amerika Serikat, Malcolm Knowles (24 April 1913 -- 27 November1997).

Teori Malcolm Knowles tentang andragogi dapat diungkapkan dalam empat tahap yaitu

  • Orang dewasa perlu terlibat dalam perencanaan kegiatan dan evaluasi dari pembelajaran yang mereka ikuti hal ini berkaitan dengan konsep diri dan motivasi untuk belajar.
  • Pengalaman seseorang dapat menjadi dasar untuk belajar aktif dan menemukan kiat-kiat yang memudahkan untuk belajar
  • Orang dewasa sangat berminat ketika pokok bahasan belajar menyangkut relevansi langsung dengan pekerjaannya atau kehidupan pribadinya.
  • Belajar bagi orang dewasa akan lebih menarik apabila membahas tentang masalah-masalah dibanding dengan materi hanya berupa teori.

III.           PRINSIP-PRINSIP BELAJAR ORANG DEWASA

1. Recency, hukum ini menunjukan bahwa sesuatu yang dipelajari atau diterima pada saat terakhir adalah yang paling banyak diingat peserta, maka berkaitan dengan materi perlu adanya ringkasan atau kata kunci dan memberikan review di awal sesi di hari atau waktu lain

2. Appropriatenes (kesesuaian), prinsip ini menunjukan perlunya materi-materi yang sesuai dengan kebutuhan peserta, termasuk materi-materi baru harus ada keterkaiatnya dengan materi atau pengalaman peserta itu sendiri

3. Motivation, prinsip ini peserta hendaknya memiliki rasa keinginan yang dalam, jika fasilitator tidak menggunakan prinsip ini dan mengabaikan untuk membuat materi yang relevan, maka akan secara pasti akan kehilangan motivasi

4. Primacy (menarik perhatian di awal sesi), hal-hal yang pertama bagi peserta didik biasanya dipelajari dengan baik, demikian juga dengan kesan pertama atau serangkaian informasi yang diperoleh dari pelatih betul-betul sangat penting.

5. Two Way Communication (komunikasi dua arah), prinsip ini menghendaki proses belajar yang timbal balik, sehingga pembelajaran bukan otoritas fasilitator.

6. Feedback, prinsip ini menghendaki fasilitator perlu mengetahui bahwa peserta mengikuti dan tetap menaruh perhatian pada apa yang disampaikan, dan juga sebaliknya peserta juga membutuhkan umpan balik sesuai dengan penampilan atau kenerja mereka

7. Active Learning (belajar aktif), prinsip ini menghedndaki peserta akan giat belajar jika mereka secara aktif terlibat dalm proses pelatihan, sebagaimana kata John Dewy Learning by doing

8. Muliple --Sense Learning, prinsip ini mengatakan bahwa belajar akan jauh lebih efektif jika partisipan menggunakan lebih dari kelima indranya.

9. Exercise (latihan), prinsip ini menghendaki perlunya di ulang-ulang dalam pelatihan.

IV.          MODEL BELAJAR PRAKTIS ORANG DEWASA

Dalam pembelajaran orang dewasa mengacu pada karakteristik yang melekat pada orang itu sendiri. Berbagai model pembelajaran yang sesuai untuk digunakan, diantaranya adalah:

1). Model Daur Pengalaman Berstruktur dan Analisis Peran,

Yaitu model pembelajarn analisis dan partisipatif. Dengan beberapa tahap, yaitu pengenalan dan penghayatan,mengungkapkan, pengolahan, hingga penyimpulan cara pemecahan masalah, kebutuhan peningkatan mutu program, dan kemampuan menurut peserta. Merujuk pada model pembelajaran ini untuk analisis peran peserta dapat menggunakan metode ATK (Arahkan, Tetapkan, Kerjakan). ATK yaitu upaya peningkatan kemampuan analisis dan sekaligus penghayatan peserta terhadap perannya dalam menyelenggarakan program dalam masyarakat.

Aplikasinya berupa:

*             Arahkan program dan arahkan tugas

*             Tetapkan program dan tugas

*             Kerjakan program dan terapkan tugas

2). Model Latihan Penyelidikan (Inquiry Training Model) Meliputi lima fase yaitu :

*             Menghadapi peserta untuk berkonfrontasi dengan situasi teka teki .

*             Fase operasi yaitu pengumpulan data untuk verifikasi objek. Kondisi, dan situasi masalah yang     dikumpulkan dari peserta.

*             Operasi pengumpulan data untuk eksperimentasi meliputi : mengisolasi variable dan kondisi        melalui eksperimentasi, mengajukan         hipotesis untuk menguji hubungan kausal melalui   eksperimen, dimulai dan melanjutkan kegiatan sebelumnya. Mengajarkan bagaimana membuat       perencanaan sistematis.

*             Mengumpulkan informasi dengan data dan menjelaskan masalah yang ada dengan tepat.

*             Pengajar dan peserta bekerjasama menganalisis setiap strategi.

3). Model Advance Organizer

Diberikan pengenalan materi terlebih dahulu sebelum memberikan tugas pembelajaran yang tingkat abstraksinya lebih tinggi. Hal ini untuk menjelaskan, mengintegrasikan dan menghubungkan materi dalam tugas pembelajaran dengan materi yang telah dipelajari.

Advance Organizer umumnya didasarkan pada konsep dan aturan disiplin. Dikaitkan dengan materi yang bersifat actual (kurang abstrak) terlebih dahulu. Model ini juga digunakan untuk menyiapkan perspektif baru.

Beberapa fase dalam penerapan Advance Organizer, Penyajian advance organizer

a.            meliputi kegiatan yaitu:

                *             Menjelaskan tujuan pembelajaran

                *             Menyajikan model pembelajaran, mencakup : identifikasi batasan atribut, pemberian  contoh, dan menyediakan berbagai konteks.

b.            Penyajian Materi tugas pelajaran :

                *             Menyusun urutan materi pelajaran

                *             Memberikan perhatian pada pelajar

                *             Menyiapkan bahan belajar yang bersifat eksplisit

c.             Memperkuat organisasi kognitif

                *             Menggunakan prinsip-prinsip rekonsiliasi secara terintegrasi

                *             Mengintensifkan pembelajaran penerimaan aktif

                *             Berpikir kritis terhadap pengetahuan yang dipelajari.

4). Model Perolehan Konsep

Yaitu model pembelajaran mencakup penganalisaan proses berpikir dan diskusi mengenai atribut perolehan konsep.

V.            KESIMPULAN

1. Dengan demikian Pendidikan orang dewasa adalah kegiatan membimbing dan membantu orang dewasa belajar, merupakan suatu proses penemuan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap seumur hidup terhadap sesuatu yang dibutuhkan dan diperlukan untuk kehidupanya, prosesnya tidak di dasarkan pada pertimbangan pendidik, akan tetapi didasarkan pada kepentingan peserta.

2. Karakteristik Pendidikan Orang dewasa adalah konsep untuk mengembangkan 4 hal pokok antara lain, konsep diri, peranan pengalaman, kesiapan belajar dan orientasi belajar

3. Implikasinya dalam proses pendidikan antara lain diperlukan pengaturan lingkungan fisik, lingkungan sosial dan psikologis, diagnosis kebutuhan belajar, perencanaan yang matang, tujuan belajar yang jelas, model belajar yang partisipatif, materi dan tehnik pembelajaranya disesuaikan dengan pengalaman dan kemampuan fisiknya.

Daftar Pustaka

Supriadi Mpd.Artikel Andragogi (Sebuah Konsep Teoritik). Topik: Pembelajaran Orang Dewasa Tanggal: 21 Maret 2006

Padmowiharjo. 2006. Pendidikan orang dewasa. Jakarta. Universitas Terbuka.

Yusnadi. 2002. Andragogi, pendidikan orang dewasa. Medan : Program Pascasarjana Universitas Sumatera Negeri Medan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6