Kido Kresnajaya
Kido Kresnajaya Pendidik dan Tenaga kependidikan

memotret realita lewat fiksi

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Untuk Jiwa-jiwa yang Marah

1 Juni 2013   06:41 Diperbarui: 24 Juni 2015   12:42 128 1 0

Sunyi kumenatap lentera senja


Tanpa satupun tangan yang membawa bersamanya


Masih berjibaku dengan arah angin


Meskipun sesekali ia tampak letih



Langkah kaki saling berebut tempat


Seolah waktu kan bergeming


Dan lembayung keemasan perlahan beranjak dari hadapku


Meninggalkanku bersama Kala



Semburat panasnya jadi permadaniku


Gelegak uapnya mencoba menjadi mantelku


Saat kuberlari tanpa alas



Kini, wajah-wajah angkasa terlihat murung


Pastilah sesaat lagi kan menangis



Menangislah wahai bidadari-bidadari langit


Aku masih bernaung untukmu


Berilah sekedar kesejukan


Siramilah dengan air mata kasih kalian


Agar jiwa-jiwa yang marah



kembali temukan jalan pulang…. (Sat, 010613, 02.49)