Mohon tunggu...
Siti Khotimah
Siti Khotimah Mohon Tunggu... Penulis amatir

Sebut saja khotimah, ia adalah seorang mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan S1-nya di IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Selanjutnya

Tutup

Media

Fenomena Covid-19 dalam Arus Media Sosial

23 Mei 2020   14:00 Diperbarui: 23 Mei 2020   13:58 25 1 0 Mohon Tunggu...

COVID-19 muncul pada saat dunia berada pada puncak era digitalisasi dengan arus media sosial yang hampir mengontrol dinamika kehidupan seluruh manusia yang ada di muka bumi ini sedemikian rupa. Sehingga peristiwa sekecil apapun dapat dengan mudah diberitakan dan tersebar keseluruh dunia dengan kecepatan yang nyaris "lebih kencang dari kecepatan cahaya".

Ketika wabah virus corona muncul dari salah kota di China yaitu kota Wuhan, maka pada saat yang sama seluruh dunia tahu. Karena arus informasi yang begitu kencang sehingga antara fakta dan data, dengan opini dan analisis bercampur baur. 

Sehingga, publik akan menjadi bingung ketika tidak mampu lagi membedakan antara fakta dan data, informasi dan opini serta keputusan dan kebijakan penguasa. Kebingungan justru akan mendorong kepada kepanikan yang akan menjadi ketakutan atau paranoid sebagai akibat dari kelemahan publik dalam mengolah, menyaring serta menyikapi setiap informasi yang diterima melalui media sosial.

Pengguna Media Sosial
Melihat kondisi saat ini, nampaknya tidak ada lagi yang mampu menghindari dan dengan demikian harus mengikuti media sosial yang telah menjadi kebutuhan setiap orang untuk melakukan interaksi. Tidak saja untuk kepentingan individu, atau kelompok saja, melainkan juga kepentingan bangsa dan negara.

Media sosial saat ini menjadi tren yang harus diterima sebagai bagian dari dinamika kehidupan di era abad 21 ini. Dengan melihat fakta aktual tentang mengapa media sosial ini benar-benar nyata dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Dilansir dari detik.com yang menyuguhkan hasil riset tentang We Are Social disajikan perkembangan terakhir tentang kepemilikan digital dan sosial media di Indonesia pada tahun 2020 saat ini.

Terdapat 175,2 juta penduduk Indonesia yang menggunakan internet pada tahun 2020, yang meningkat 17% atau sekitar 25 juta penggunaan dibandingkan tahun 2019. artinya, bahwa 64% penduduk Indonesia menggunakan Internet, dengan menggunakan angka 272,1 juta total penduduk Indonesia.

Dari hasil penelitian menjelaskan bahwa sekitar 53% populasi penduduk Indonesia belanja melalui online. Ini sebuah lonjakan besar dalam kurang 10 tahun terakhir. 

Walaupun pada lain sisi, ada hasil penelitian memperlihatkan bahwa 75% penggunaan internet di Indonesia digunakan untuk pemanfaatan aplikasi pemetaan. Ini berkaitan dengan maraknya tarnsportasi publik berbasis aplikasi. Pada bulan Januari 2020, memperlihatkan pengguna internet di Indonesia pada kisaran usia 16 tahun hingga 64 tahun memiliki perangkat komunikasi digital yang luar biasa, seperti:
Mobile device sebanyak 96%
Smartphone sebanyak 94%
Non-smartphone sebanyak 21%
Laptop/computer sebanyak 66%
Tablet sebanyak 23%
Konsol game sebanyak 16%
Virtual reality device sebanyak 5,18%

Fakta-fakta tersebut menjelaskan bahwa orang Indonesia yang memiliki peralatan digital memang digunakan secara aktif sesuai kebutuhan. 

Hasil penelitian ini juga cukup mencengangkan, bahwa warga Indonesia yang berjumlah sekitar 160 juta penduduk yang benar-benar aktif di wilayah media sosial. Ditemukan pula ada peningkatan sekitar 10 juta orang dibandingkan setahun sebelumnya pada tahun 2019.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x