Mohon tunggu...
Meta Khorimah
Meta Khorimah Mohon Tunggu... -

Mari berbagi kisah dan perjalanan https://kisahsiwanitajawa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Satu Langkah yang Sama

2 Oktober 2017   11:52 Diperbarui: 2 Oktober 2017   12:41 630
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Jembatan Merah Hutan Kota

    Perjalananku hari ini cukup panjang, berawal dari salah satu tempat ibadah umat muslim yang memiliki kubah terbesar di Asia Tenggara yaitu Masjid Raya Al-Adzom. Hari ini disana sangat ramai oleh para kaum muslim lain karena ada acara khusus yang diadakan di Masjid Raya Al-Adzom. Setelah aku selesai melaksanakan ibadah shalat dzuhur, aku melanjutkan perjalanan ke Taman yang biasa aku datangi yaitu bernama Hutan Kota dengan berjalan kaki. Di Kota Tangerang saat ini memang sedang banyak dibuat ruang terbuka hijau oleh Pemerintah Kota Tangerang, salah satunya taman-taman dengan nama yang unik sebagai ciri khasnya, Seperti Taman Eksis di Karawaci, Taman Perahu di Cisadane, Taman Potret di Cikokol dan lain sebagainya.

Di Hutan Kota aku masuk melalui jembatan merah yang sepintas mirip dengan jembatan merah yang ada di Bogor, nuansanya yang tenang dan sejuk karena dihiasi beberapa pohon besar dan tanaman hias membuatku semakin betah untuk berlama-lama disana. Walaupun tidak begitu luas tapi keberadaan taman seperti ini sangat diperlukan oleh Kota besar seperti Tangerang sebagai bahan resapan air dan mengurangi polusi udara.

Disana seperti biasa aku beberapa kali mengambil foto yang membuatku tertarik untuk mengabadikannya dan biasanya aku juga membaca buku disana. Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu dan adzan ashar berkumandan, aku segera mencari tempat untuk dapat melaksanakan shalat.

Beruntunglah sebagai kota yang dikenal Akhakul Kharimah, Pemerintah Kota Tangerang melengakapi fasilitas taman dengan tempat beribadah. Saat aku ingin melaksanakan shalat tidak disangka aku bertemu Maxi, ia adalah teman yang diam-diam ku kagumi dan kusukai sejak pertama bertemu. Ternyata Maxi sedang melaksanakan shalat disana juga. Senangnya aku bisa bertemu dia hari ini di Hutan Kota. Setelah aku dan Maxi selesai Shalat kami berdua berbicara panjang lebar, maklum kami sudah cukup lama tidak bertemu.

Ternyata Maxi sering ke Hutan Kota juga untuk menenangkan pikiran dan mencari inspirasi tulisanya karena Maxi merupakan seorang penulis yang cukup aktif, baik itu berupa tulisan di blog ataupun buku. Menurut Maxi tidak hanya taman itu saja yang sering ia datangi, tapi masih banyak lagi karena keberadaan taman-taman di Kota Tangerang menurutnya sangat membantu sebagai hiburan dan pemandangan baru masyarakat kota yang mungkin sudah jenuh dengan berjalan-jalan di Mall.

Kota memang identik dengan gedung-gedung tinggi pencakar langit dan polusi yang bertebaran dimana-mana tentu perlu pemandangan dan suasana baru bagi masyarakatnya. Walaupun taman-taman di Kota Tangerang sudah cukup banyak tapi ada beberapa yang masih kurang lengkap fasilitasnya seperti lahan parkir sepeda ataupun motor yang kurang, kamar mandi yang tidak sepenuhnya berfungsi baik dan lain sebagainya.

"Ow iya kamu juga sering ke beberapa taman di Tangerang kan?", Maxi bertanya padaku. "Iya beberapa taman sudah pernah aku datangi, emang kenapa Max". Dengan penuh rasa penasaran ku kembali bertanya pada Maxi. "bagaimana kalau kita melakukan perjalanan dan penelitian tentang taman-taman di Tangerang atau lebih tepatnya misi sederhana untuk lingkungan dan setelah itu kita buatkan tulisan ke blogku atau media elektronik lain untuk masukan juga kan ke pemerintahan di kota kita ini", lanjut Maxi. " ow bagus juga itu, ayo kapan kita mulai?", kata aku. "bagaimana kalau sebulan dua kali diakhir pekan agar tidak menggangu rutinitas kita dan sekaligus refresing untuk kita juga kan", Kata Maxi. "okee kalau begitu", kata aku.

Ide-ide Maxi yang selalu cemerlang dan menarik itu yang membuat ku menyukainya, entah dia sadar atau tidak tapi aku senang bisa selalu didekatnya dan melakukan banyak hal baru yang pastinya membuatku tambah ilmu dan wawasan dengannya.

Beberapa minggu kemudian aku dan Maxi bertemu lagi tapi di Taman yang berbeda, kami bertemu di Taman yang masih berdekatan dengan Hutan Kota yaitu Taman Pramuka. "hai Rena udah siap memulai misi kecil kita?", tanya Maxi saat bertemu aku. "Pasti dong harus siap dan semangat yaa", kata aku. Kami mulai mengambil beberapa foto yang menarik dari Taman Pramuka yaitu fasilitasnya, orang-orang yang datang, dan bahkan ada seorang Ayah dan anak perempuannya sedang memancing didekat Taman karena memang disebelah Taman Pramuka adalah sambungan aliran sungai dari Kali Cisadane.

Beberapa kali aku diam-diam mengambil foto Maxi yang sedang berbicara dengan anak-anak kecil di Taman itu. Setelah beberapa kali melakukan wawancara kepada para pengunjung Taman Pramuka dan melihat kondisi Taman, aku dan Maxi beristirahat sejenak dan makan bekal yang kami bawa. Saat aku dan Maxi membuka bekal ternyata kami membawa bekal yang sama yaitu nasi goreng, kami pun saling berpandangan dan tertawa mengetahui bekal kami sama.

Setelah selai makan aku dan Maxi mulai membahas apa saja yang telah kami dapat di Taman tersebut. Dari fasilitas yang masih kurang sampai pendapat beragam dari para pengunjung taman. Setelah selesai Maxi mulai membuka laptopnya dan mengetik apa saja yang akan ia kirim ke blog dan media elektronik nanti.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun