Wanita

Harta, Tahta, Wanita

11 Maret 2018   10:48 Diperbarui: 11 Maret 2018   10:57 309 2 1
Harta, Tahta, Wanita
Dok.pribadi



Gender tidak membatasi ruang berkreasi.

Gender tidak membatasi ruang bekerja.

Gender tidak membatasi bagaimana hidup bersosialisasi.

Wahai ukhty, ingatkah engkau dengan wanita-wanita arab yang tidak dihargai sama sekali keberadaannya. Sesekali hanya dimanfaatkan untuk bersenang-senang, padahal keinginannya menjadi seorang wanita merdeka yang bisa beraktifitas yang sesuai denngan gender wanitanya. Banyak sekali perlakuan keji yang dilakukan kepada wanita-wanita arab sebelum adanya Islam, Ukhty. Bahkan wanita arab menduduki kasta paling rendah pada zaman tersebut, tidak diharapkan keberadaanya, dan menjadi sumber mala petaka dan penyakit.

Bisa dibayangkan betapa terkekangnya jika ukhty sekalian dan ana pun hidup pada masa itu. Namun, Allah memiliki rencana lain untuk kita ukhty. Allah sangat sayang kepada kita. Allah berikan kepada kita kehidupan yang indah dan nyaman saat ini. Bahkan telah Allah jelaskan dalam Qur'an Surah An-Nahl ayat 97, "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."

Setelah cahaya Islam datang. Wanita bukan sekedar manusia pembawa malapetaka. Namun wanita adalah manusia yag sangat dijunjung tinggi adanya.

Gender tidak membatasi kita ukhty, untuk melakukan apa yang kita suka selama itu masih pada jalan yang benar. Bukankah seperti itu ukhty? Tittle kita sebagai wanita bukan menjadi sebuah kebanggaan, jikalau kita menggunakannya dengan hal yang salah dan dilarang oleh agama.

Pada zaman yang super modern ini, sudah banyak wanita yang berprofesi sebagai wanita karir. Tidak ada yang melarang hal itu ukhty, namun jangan sampai kita melupakan kewajiban kita sebagai wanita ukhty. Jangan sekali-kali kita mencoreng nama baik wanita yang hakikatnya menjadi pehiasan dunia.

Wahai ukhty, jadilah seorang wanita yang memiliki jiwa perjuangan seperti Khadijahtul Kubro. Dengan segala yang beliau punya, mendukung perjuangan Rasululloh dalam dakwah Islam.

Wahai ukhty, jadilah seorang wanita yang bisa memimpin wanita-wanita lainnya dengan keteguhan seperti Fathimah Az-Zahra, yang dengan segala rasa penyesalan menyesali perasaan jatuh cintanya kepada seorang pemuda sebelum menikah dengan Ali Bin Abi Tholib. Namun, ternyata pemuda itu adalah Ali Bin Tholib.

Wahai ukhty, jadilah seorang wanita yang cerdas, pantang menyerah bak Asma' Binti Abu Bakar yang pengabdian dan pengorbanan belia kepada Islam sangatlah besar.

Wahai ukhty, jadilah ratu sekaligus penasihat raja seperti Ummu Salamah yang menjadi tempat musyawarah dan penasihat serta tak pernah Rasululloh meremehkan ide dan pemikirannya.

Jangan lah menjadi wanita yang merusak kedudukannya sendiri dengan perbuatan-perbuatan buruknya.

Hiasilah Islam dengan keindahan akhlakmu wahai ukhtyJ